Selasa, 25 Juli 2017

Orang tua diminta bijak dalam sekolahkan anak

id Orang tua diminta bijak dalam sekolahkan anak
Orang tua diminta bijak dalam sekolahkan anak
Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw.
Termasuk selalu mengawasi dan memantau pendidikan anak selama menimba ilmu di negeri orang, dengan harapan tidak cepat terkontaminasi dengan pengaruh yang negatif, sehingga bisa cepat selesaikan sekolah dan kembali membangun negeri
Jayapura (Antara Papua) - Para orang tua diminta bersikap selektif dalam mengirim anaknya untuk bersekolah atau menuntut ilmu ke luar Papua atau ke luar negeri, karena banyak hal negatif yang bisa didapatkan jika tidak bijak dan arif.

Pernyataan ini disampaikan Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw disela-sela acara tatap muka antara Forkopimda, mahasiswa dan komponen masyarakat di aula Tonny A Rompis, Makodam XVII/Cenderawasih, Bukit Polimak, Kota Jayapura.

"Ketika Menkopolhukam berikan kuliah umum di Canbera, Australia belum lama ini, pelajar dan mahasiswa asal Indonesia banyak yang hadir tapi saya tidak temukan anak-anak Papua, apa mereka tahu atau tidak tahu, atau tahu tapi tidak mau datang, tolong orang tua perhatikan ini," katanya mencontohkan sikap pelajar dan mahasiswa asal Papua di Australia.

Ia menduga, pelajar dan mahasiswa asal Papua yang tengah berguru di negeri kangguru itu kurang mendapatkan informasi soal kuliah umum itu.

"Di Australia, anak-anak kita kurang diberikan guidence, atau kurang diberikan informasi, kala pejabat datang mereka kurang tahu, atau tidak begitu apresiasi," katanya.

Ini sama halnya dengan persoalan yang ada di Yogyakarta dan Manado, beberapa waktu lalu yang coba diselesaikan.

"Saya belum tahu pasti apa yang melatarbelakangi hal ini, pelajar dan mahasiswa asal Papua kurang respon. Saya kira ini ada sesuatu sehingga membuat frame mereka lain," katanya.

Untuk itu, kata jenderal asal Fakfak, Papua Barat itu, peran orang tua sangat diperlukan untuk memutuskan apakah anak mereka sudah tepat untuk bersekolah di luar, terutama dalam kesiapan mental dalam melihat dan menghadapi serta pemecahan persoalan yang ditemui.

Termasuk selalu mengawasi dan memantau pendidikan anak selama menimba ilmu di negeri orang, dengan harapan tidak cepat terkontaminasi dengan pengaruh yang negatif, sehingga bisa cepat selesaikan sekolah dan kembali membangun negeri.

"Ini contoh gambaran generasi kita, secepatnya orang tua, kita semua perhatikan hal ini. Termasuk perhatikan pergaulan yang menjurus ke hal negatif seperti narkotika, jika ditemui laporkan kepada BNN atau polisi," katanya. (*)

Editor: Anwar Maga

COPYRIGHT © ANTARA 2016

Baca Juga