Minggu, 24 September 2017

Indonesia dan Jepang bangun "shelter" HIV/AIDS di Jayawijaya

id Indonesia dan Jepang bangun "shelter" HIV/AIDS di Jayawijaya, Papua
Indonesia dan Jepang bangun
(Dari kiri ke kanan) Pendeta GBI Ari Mabel, Sekretaris Daerah Kabupaten Jayawijaya Yohanies Walilo, Wakil Duta Besar Jepang Bidang Ekonomi Mari Takada, Direktur Eksekutif Yayasan Pengembangan Kesehatan Masyarakat Papua Tahi Ganyang Butarbutar dan pengurus yayasan Romel Sendoh. (Foto: Istimewa/dokumentasi Kedubes Jepang)
Proyek pembangunan shelter ini juga telah ditandatangani oleh Pemerintah Jepang dan Yayasan Pengembangan Kesehatan Masyarakat Papua pada Maret 2016.
Jayapura (Antara Papua) - Pemerintah Indonesia dan Jepang membangun "shelter" bagi Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) sebagai tempat pemulihan setelah perawatan dari rumah sakit di Kabupaten Jayawijaya.

Kentaro Abe, Third Secretary Kedutaan Besar Jepang, dalam siaran pers kepada Antara di Jayapura, Rabu, mengatakan pembangunan shelter merupakan proyek bantuan hibah Grassroots Jepang senilai Rp1.166.933.000.

"Proyek pembangunan shelter ini juga telah ditandatangani oleh Pemerintah Jepang dan Yayasan Pengembangan Kesehatan Masyarakat Papua pada Maret 2016," katanya.

Menurut Kentaro, shelter tersebut memainkan peran penting dalam mendukung pasien yang terinfeksi HIV, sebagai tempat pemulihan setelah perawatan di rumah sakit, sampai gejala penyakit membaik serta menjadi fasilitas untuk penyuluhan mengenai penyakit menular infeksi termasuk HIV/AIDS.

"Selama ini Yayasan Pengembangan Kesehatan Masyarakat Papua menyewa rumah dan menggunakannya sebagai shelter, namun, rumah tersebut tidak cocok untuk digunakan sebagai shelter dari sisi desainnya, dan tidak dapat menjawab permintaan dari rumah sakit untuk menerima pasien secara maksimal karena keterbatasan fasilitas di rumah sakit," ujarnya.

Dia menjelaskan oleh karena itu, telah dibangun shelter yang memiliki empat kamar, aula, ruang konseling, dapur dan ruangan untuk mencuci, dengan tujuan melakukan perawatan bagi lebih banyak pasien yang hidup dengan HIV/AIDS secara efisien.

"Melalui kerja sama tersebut, diharapkan lebih banyak pasien yang hidup dengan HIV dan /AIDS di Kabupaten Jayawijaya mendapatkan perawatan yang tepat, dan bermanfaat bagi kawasan sekitarnya melalui penyuluhan terhadap orang yang terinfeksi pasien dan keluarganya," katanya lagi.

Acara serah terima ini dihadiri oleh Mari Takada, Minister Kedutaan Besar Jepang di Indonesia sebagai wakil dari pihak Jepang, serta Yohanies Walilo, Sekretaris Daerah Kabupaten Jayawijaya dan Tahi Ganyang Butarbutar, Direktur Eksekutif Yayasan Pengembangan Kesehatan Masyarakat Papua sebagai wakil dari pihak Indonesia. (*)

Editor: Anwar Maga

COPYRIGHT © ANTARA 2016

Baca Juga