Selasa, 30 Mei 2017

Pelatih dan atlet Papua demo pertanyakan bonus PON Jabar

id Pelatih dan atlet Papua demo pertanyakan bonus PON Jabar
Pelatih dan atlet Papua demo pertanyakan bonus PON Jabar
Atlet dan pelatih PON Jabar melakukan aksi protes di Kantor Gubernur Papua mempertanyakan besaran bonus, Senin (5/12). (Foto: Antara Papua/Hendrina Dian Kandipi)
Sementara pembayaran bonus untuk beregu, pemberian bonus medali emas sebesar Rp400 juta per orang, perak beregu Rp200 juta dan perunggu Rp100 juta.
Jayapura (Antara Papua) - Seratusan atlet dan pelatih dari ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) Jawa Barat asal Bumi Cenderawasih menggelar demo guna mempertanyakan besaran bonus yang tidak sesuai dengan perjanjian kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua di Halaman Kantor Gubernur di Jayapura, Senin.

Dari pantauan lapangan, seratusan atlet dan pelatih ini menggelar aksinya dengan membawa spanduk-spanduk berisi tuntutan kepada Pemprov Papua dan medali yang diraih di ajang PON Jawa Barat.

Alberth Isage salah seorang atlet PON cabang olahraga dayung mengatakan pihaknya menggelar aksi protes tersebut untuk menagih janji Ketua Umum KONI Papua yang juga Gubernur Papua Lukas Enembe akan memberikan bonus untuk atlet peraih medali perorangan Rp600 juta, perak Rp400 juta dan perunggu Rp200 juta.

"Sementara pembayaran bonus untuk beregu, pemberian bonus medali emas sebesar Rp400 juta per orang, perak beregu Rp200 juta dan perunggu Rp100 juta," katanya.

Menurut Alberth, dengan demikian jika cabang perahu dayung yang mempunyai atlet 12 orang mendapat satu medali emas, seharusnya mendapat bonus Rp400 juta.

"Pemberian bonus untuk perorangan dan beregu sudah berubah, tidak sesuai dengan janji kepada kami," ujarnya.

Dia menjelaskan pihaknya meminta kepada Ketua Umum KONI Papua agar memberikan bonus sesuai dengan janji, karena atlet Bumi Cenderawasih membawa nama baik Provinsi Papua.

"Gubernur pernah memberikan janji di Sasana Krida, tetapi karena usulan terlalu banyak akhirnya diubah sebelum bertanding di PON Jawa Barat," ucapnya. (*)

Editor: Anwar Maga

COPYRIGHT © ANTARA 2016

Baca Juga