Jumat, 24 Maret 2017

KJRI: warga PNG minat bersekolah di Indonesia

id KJRI: warga PNG minat bersekolah di Indonesia, Papua
KJRI: warga PNG minat bersekolah di Indonesia
Kasdam Cenderawasih Brigjen TNI Herman Asaribab dan KJRI Vanimo PNG, Elmar Lubis (kanan) saat di tapal batas RI-PNG, Skouw-Wutung, Distrik Muaratami, Kota Jayapura, Papua. (Foto: Antara Papua/Alfian Rumagit)
Pelajar Papua Nugini sangat berminat menuntut ilmu di Indonesia, baik itu bekerja sama dengan Provinsi Papua yang menuntut ilmu di Kota Jayapura, maupun yang melanjutkan studinya di di beberapa Pulau Jawa, bahkan di Jakarta, Cirebon, Semarang, Yogja
Jayapura (Antara Papua) - Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Vanimo, Papua Nugini (PNG) Elmar Lubis mengatakan warga Papua Nugini sangat berminat bersekolah di sejumlah kota besar di Indonesia, termasuk di Kota Jayapura, Papua.

"Pelajar Papua Nugini sangat berminat menuntut ilmu di Indonesia, baik itu bekerja sama dengan Provinsi Papua yang menuntut ilmu di Kota Jayapura, maupun yang melanjutkan studinya di di beberapa Pulau Jawa, bahkan di Jakarta, Cirebon, Semarang, Yogja dan Makassar," katanya saat berada di Kota Jayapura, Papua, Rabu.

Bahkan, kata dia, peningkatan untuk menuntut ilmu di Indonesia cukup baik dan cenderung positif.

"Memang tidak pernah puas dengan pendidikan mereka, tetapi tren yang ditunjukan mengarah kearah yang baik. Jumlah pelajar mereka cukup banyak. Terakhir, kemarin ada enam orang yang ikut pendidikan di Jakarta, ada yang dapat beasiswa namun banya juga yang datang belajar sendiri, tidak semua terdeteksi karena mereka juga tidak bilang ke kita," katanya.

Minat belajar warga PNG di Indonesia, kata dia, sama seperti pelajar Indonesia yang menuntut ilmu ke negara tetangga lainnya, seperti ke Malaysia dan negara lainnya.

"Sementara pelajar PNG juga mereka sangat tertarik untuk belajar Bahasa Indonesia. Bahkan permintaan guru ke PNG dari Indonesia masih tetap berjalan. Ada yang belajar Bahasa Indonesia, tapi juga banyak mata pelajaran lainnya seperti, pertukangan, pertanian dan lainnya sebagainya," katanya.

Terkait Bahasa Indonesia, pada 10 Pebruari 2014 bertempat di Konsulat RI Vanimo, Konsul RI Vanimo, Dekan Fakultas FKIP Uiversitas Cenderawasih Jayapura Dr Nomensen ST Mbraku dan Wakil Sekda Provinsi Sandaun PNG Mr Conrad Tilau membuka secara resmi Kursus Bahasa Indonesia bagi pejabat publik PNG.

Pada Agustus 2016, sebanyak enam orang guru asal Papua pernah mengajar di beberapa sekolah di Provinsi Sandaun, PNG. (*)

Editor: Anwar Maga

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga