Minggu, 25 Juni 2017

Persipura tetap berkompetisi di Liga 1 tanpa bantuan Freeport

id Persipura tetap berkompetisi di Liga 1 tanpa bantuan Freeport, Papua
Persipura tetap berkompetisi di Liga 1 tanpa bantuan Freeport
Pesepakbola persipura jayapura Lukas Mandowen berebut bola dengan salah satu pesepakbola Perseru Serui pada laga lanjutan Torabika Soccer Championship (TSC) 2016. (ANTARA FOTO/Indrayadi TH/ama/16)
Persipura bisa kita pastikan ikut kompetisi. Dasarnya adalah kami dibantu pihak-pihak swasta, walaupun tidak besar tetapi masuk hitungan atau batas aman untuk operasional dan gaji pemain.
Jayapura (Antara Papua) - Sang juara Torabika Soccer Championship (TSC) 2016, Persipura Jayapura, akan tetap mengikuti kompetisi Liga 1 yang akan bergulir dalam waktu dekat ini, meski tanpa dukungan dana dari PT Freeport Indonesia.

Ketua Umum Persipura Jayapura Benhur Tommy Mano yang akrab disapa BTM ketika dihubungi dari Kota Jayapura, Papua, membenarkan kepastian tersebut sekaligus menepis kabar bahwa Boaz TE Solossa dan kawan-kawan tidak bisa berlaga karena kurangnya dukungan dana dari sponsor.

"Sabtu (18/3) malam saya dihubungi Ketua Persipuramania, saudara Wilson Samonsabra. Dia bertanya kondisi terkini Persipura seperti apa, saya sampaikan bahwa puji Tuhan akhirnya Persipura bisa kita pastikan ikut kompetisi. Dasarnya adalah kami dibantu pihak-pihak swasta, walaupun tidak besar tetapi masuk hitungan atau batas aman untuk operasional dan gaji pemain," katanya.

Menurut dia, ketua Persipuramania Wilson Samonsabra ingin membantu soal sponsor bagi tim Mutiara Hitam agar tetap berlaga di Liga 1.

"Kepentingan ketua Persipuramania adalah mereka mau berupaya membantu juga, tapi saya sampaikan tidak perlu. Kami sudah rapat manajemen dan manajer sudah sampaikan hitung-hitungannya ke saya, jadi kesimpulannya kita sudah bisa bernafas," katanya.

Persoalan ini juga, kata BTM, bukan saja dari Persipuramania yang ingin membantu tetapi sudah sejak lama beberapa kepala daerah dari Papua dan Papua Barat sampaikan keinginan mereka untuk menyokong Persipura.

"Tapi tidak bisa kami terima karena klub profesional tidak diperbolehkan menggunakan APBD. Ini uang dalam jumlah besar jadi kami tidak boleh gegabah, kami juga sudah jelaskan ke mereka dan mereka mengerti," katanya.

"Beberapa tahun lalu ada juga pejabat daerah yang menawarkan uluran tangannya untuk bantu Persipura, tetapi kami lihat ada kepentingan lain jadi kami tolak. Yah, kami senang juga banyak yang mau bantu tapi kami juga harus taat aturan," sambungnya.

BTM yang juga ketua Asprov PSSI Provinsi Papua menegaskan bahwa intinya tim kebanggaan warga Kota Jayapura dan Papua itu tetap bisa berkompetisi meskipun dengan dana yang tergolong minim.

"Intinya untuk berkompetisi musim ini manajemen sudah pastikan bisa, dukungan dana datang dari sponsor dan upaya yang dilakukan oleh manajer serta ada pihak lain juga yang membantu kami, nanti kita akan sampaikan," kata BTM

Sementara itu, Ketua Persipuramania, Wilson Samonsabra yang dihubungi terpisah meminta kepada manajemen Persipura agar tidak membuka pintu bagi PT Freeport Indonesia untuk membantu pada musim ini karena sejumlah alasan.

"Terkait tanggapan Freeport bahwa pintu dukungan dari mereka masih terbuka, saya rasa lucu sekali baca tanggapan itu. Menurut saya itu seperti anak kecil saja, mereka kirim surat resmi ke manajemen Persipura bahwa tidak bisa sponsor, tapi ke media dan publik mereka bicara lain, itu maksudnya apa? Seakan-akan mereka keras ke manajemen Persipura tetapi ke publik mereka mau tunjukkan lain," katanya.

"Saya selaku ketua Persipuramania minta kepada manajemen Persipura untuk tutup saja pintu permintaan sponsor dari Freeport. Kalau sudah ada sponsor lain, ya jalan dengan itu saja. Kalau Freeport mau bantu ya tahun depan saja, ini bukan saatnya untuk tarik ulur, kalau mau bantu ya bantu saja, jangan surat lain tapi bicara lain,"sambungnya. (*)

Editor: Anwar Maga

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga