Sabtu, 23 September 2017

Dinkes Papua dorong pembentukan Tim Kesehatan Bergerak

id Dinkes Papua dorong pembentukan Tim Kesehatan Bergerak
Dinkes Papua dorong pembentukan Tim Kesehatan Bergerak
Suasana sosialisasi Satgas Kesehatan Kijang dan Terapung kepada para kepala dinas kabupaten/kota. (Foto: Antara Papua/Musa Abubar)
Dinas Kesehatan Kabupaten harus merekrut dan membentuk tim kesehatan bergerak
Jayapura (Antara Papua) - Dinas Kesehatan Provinsi Papua mendorong pembentukan tim kesehatan bergerak di masing-masing kabupaten dan kota di provinsi itu

"Dinas Kesehatan Kabupaten harus merekrut dan membentuk tim kesehatan bergerak," kata Kepala Dinas Kesehatan Papua Aloysius Giyai di Jayapura, Sabtu.

Pembentukan tim kesehatan bergerak ini, kata dia, terutama pada kabupaten-kabupaten yang bermasalah kesehatan, baik dari sisi jangkauan pelayanan kesehatan, penyediaan tenaga kesehatan, maupun dari geografis dan topografis di kepulauan-kepulauan maupun di daerah pegunungan.

"Jadi kami mendorong sekaligus melakukan sosialiasasi tentang penempatan tenaga kesehatan kaki telanjang dan terapung tahun 2017 pada 10 kabupaten sebagai percontohan dari Dinas Kesehatan Provinsi untuk merangsang atau menjadi model di kabupaten," ujarnya.

Menurut dia, sosialisasi mengenai penempatan tenaga kesehatan kaki telanjang dan terapung tahun 2017 pada 10 kabupaten sebagai percontohan ini sudah dilakukan oleh Dinas Kesehatan pada Jumat (21/4).

Sosialisai melibatkan para kepala Dinas Kesehatan kabupaten dan kota yang di Provinsi Papua, panitia perekrutan tim satuan tugas kaki telanjang pelayanan terbang dan terapung Dinas Kesehatan Provinsi Papua.

Untuk itu, kata dia, hukumnya wajib pada tahun 2018 Dinas Kesehatan kabupaten/kota merekrut dan menempatkan tenaga kesehatan bergerak dari kampung ke kampung atau dari rumah ke rumah pada daerah-daerah yang hingga kini belum tersentuh layanan kesehatan.

Dengan demikian, menurut dia, dengan sendirinya cakupan pelayanan kesehatan akan meningkat.

"Dengan adanya pemenuhan tenaga kesehatan maka dengan sendirinya akreditasi puskesmas terpenuhi, terpenuhinya tenaga kesehatan, akses pelayanan kesehatan daerah-daerah terpencil dengan sendirinya terbuka," ujarnya.

Selanjutnya, diharapkan terjadi penurunan angka kesakitan dan kematian bagi masyarakat.

"Masyarakat juga memahami tentang perilaku hidup bersih dan sehat, karena lewat program ini akan digalakan promosi kesehatan dan penyuluhan tenaga kesehatan," ujarnya.

Ia menambahkan hal-hal yang menyangkut pencegahan kesehatan masyarakat misalnya seperti air bersih, perumahan sehat, kebersihan diri yang baik, dan bagimana anak-anak itu bisa imunisasi, bagimana masyarakat itu bisa hidup bersih dan sehat ini juga di promosikan.

"Jadi 12 indikator keluarga sehat ini akan di promosikan oleh tim kesehatan bergerak ini dan ditambah lagi dengan lima penyakit spesifik lokal contohnya seperti penyakit malaria, kaki gajah, dan penyakit frambusia, itu termasuk spesifik lokal sehingga tidak ada dalam 12 spesifik indikator keluarga sehat secara nasional," ujarnya. (*)

Editor: Anwar Maga

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga