Pemkab Lanny Jaya selidiki kematian 37 warga

id Pemkab Lanny Jaya selidiki kematian 37 warga, Papua
Pemkab Lanny Jaya selidiki kematian 37 warga
Sekda Kabupaten Lanny Jaya Christian Sohilait. (Foto: Antara Papua/Hendrina Dian Kandipi)
Hari ini (Rabu) juga saya berada di lokasi Kampung Tinggira untuk melihat langsung kondisi air minum dan penyebab sampai banyak yang meninggal. Dan ternyata air di sini merupakan hasil tadah hujan beberapa waktu lalu yang dikonsumsi warga tanpa dimas
Wamena (Antara Papua) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lanny Jaya, Provinsi Papua mengutus tim medis guna menyelidiki penyebab kematian 37 orang warga di empat kampung (desa) yang terjadi sejak Januari hingga 25 April 2017.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lanny Jaya Christian Sohilait melalui telepon selulernya, saat dihubungi dari Wamena, Ibu Kota Kabupaten Jayawijaya, Rabu, mengatakan pihaknya menerima informasi tewasnya 27 warga itu pada Selasa (25/4).

Setelah mendapat informasi tersebut, ia bersama tim medis langsung turun ke lokasi kejadian.

"Hari ini (Rabu) juga saya berada di lokasi Kampung Tinggira untuk melihat langsung kondisi air minum dan penyebab sampai banyak yang meninggal. Dan ternyata air di sini merupakan hasil tadah hujan beberapa waktu lalu yang dikonsumsi warga tanpa dimasak, padahal itu ada kotoran babi, dan kotoran manusia," katanya.

Dari empat kampung yang dilaporkan, kata Christian, korban meninggal dunia paling banyak terdapat di Kampung Tinggira yaitu 18 orang, sementara Kampung Indawa tiga orang, Kampung Eyuni 13 orang dan Kampung Yuhunia empat orang.

"Setelah kita kirim dokter dan tenaga medis, kita juga kirim bahan makanan dan peralatan masak serta air bersih dan gunting kuku untuk membersihkan kuku mereka," katanya.

Ia menambahkan bahwa kini sedang dilakukan survei air bersih untuk segera dipasang pipa dan dialirkan ke perumahan warga.

"Besok kita sudah bisa datangkan talang dan pipa-pipa air, demikian dengan kondisi kamar kecil akan kami perbaiki karena ini mempengaruhi sebab kotoran manusia itu bisa terbawah air hujan menuju ke sumber air yang masyarakat konsumsi," katanya.

Hingga kini, kata dia, keadaan di sana sudah bisa diatasi dan tidak ada lagi warga yang meninggal dunia. (*)

Editor: Anwar Maga

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga