Rabu, 27 September 2017

Presiden minta TNI dan PU buka kawasan terisolasi di Papua

id Presiden minta TNI dan PU buka kawasan terisolasi di Papua, Kodam Cenderawasih
Presiden minta TNI dan PU buka kawasan terisolasi di Papua
Presiden Joko Widodo (kedua kanan) didampingi Panglima TNI Jenderal (TNI) Gatot Nurmantyo (keempat kanan) dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono (kiri belakang) meninjau Jalur Trans Papua menggunakan motor trail sejauh 7 km di ruas jalan Wamena-Habema, Kabupaten Jayawijaya, Papua, Rabu (10/5). Pembangunan jalan nasional Trans Papua sepanjang 4330,07 Km telah tersambung sekitar 89 persen dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menargetkan pada 2018 seluruh ruas jalur Trans Papua telah tersambung. (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/foc/17)
Saya kira kalau duet seperti ini dilakukan terus, ini akan mempercepat pembangunan jalan trans-Papua. Semua jalan trans-Papua akan dikerjakan seperti itu sehingga ada percepatan pembangunan jalan trans
Wamena (Antara Papua) - Presiden Joko Widodo meminta TNI dan Kementerian Pekerjaan Umum terus mempertahankan kerja sama membuka daerah terisolasi di Papua melalui pembuatan jalan trans-Papua.

"Saya kira kalau duet seperti ini dilakukan terus, ini akan mempercepat pembangunan jalan trans-Papua. Semua jalan trans-Papua akan dikerjakan seperti itu sehingga ada percepatan pembangunan jalan trans," kata Jokowi di Kabupaten Jayawijaya, Papua, ketika berkunjung daerah itu guna melihat perkembangan pembangunan jalan trans-Papua,  Rabu.

Jokowi mengakui medannya sangat berat untuk dikerjakan sendiri oleh Kementerian PU.

"Kalau kita lihat medan yang berada di ketinggian tiga ribu dua ratusan seperti ini, sangat sulit sekali, sehingga yang bisa masuk awal-awal memang TNI, nanti Kementerian PU menyusul untuk aspal," katanya.

Ia menjelaskan bahwa ruas jalan yang dikunjungi tadi, merupakan salah satu dari empat ribu tiga ratus kilometer jalan trans-Papua yang dalam proses pengerjaan.

"Sudah selesai tiga ribu delapan ratus kilometer, yang sudah dibuka, dan kita harapkan terbuka total 2019. Artinya sudah bisa dilewati, tetapi mungkin juga belum aspal," katanya.

Ia menambahkan bahwa khusus jalan trans-Papua dari Kabupaten Jayawijaya menuju Keneyam, Agats adalah sepanjang dua ratus delapan puluh tujuh kilometer.

"Dengan yang baru teraspal tiga puluh tujuh kilometer, tetapi ini akan terus dikerjakan," ujarnya.

Selain medan di Papua khususnya di pegunungan tengah yang banyak gunung-gunung, kata Presiden, persoalan yang dihadapi ketika membangun jalan adalah alat berat dan aspal, yang semuanya didatangkan dari luar kabupaten di pegunungan menggunakan pesawat.

"Bayangkan, membawa aspal ke sini seperti apa? Membawa alat - alat berat seperti apa?,untuk memulai itu. Bisa saudara - saudari membayangkan betapa sangat sulitnya. Baru membawa alat berat, belum membawa aspalnya," kata Jokowi. (*)

Editor: Anwar Maga

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga