Rabu, 27 September 2017

Pemkab Jayawijaya undang Presiden resmikan infrastruktur baru

id Pemkab Jayawijaya undang Presiden resmikan infrastruktur baru, Papua
Pemkab Jayawijaya undang Presiden resmikan infrastruktur baru
Pembangunan Menara Salib Wio Silimo, yang dilengkapi air mancur dan jalan bundaran, di Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua. (Foto: Antara Papua/Hendrina Dian Kandipi)
Bapak Presiden bilang kalau begitu Bapak (Presiden) tunggu laporan. Kalau sudah tuntas tolong disampaikan. Tahun depan Bapak bisa datang kalau pekerjaan semua sudah tuntas
Wamena (Antara Papua) - Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua, mengundang Presiden Joko Widodo untuk meresmikan infrastruktur baru yang sedang dirampungkan pembangunannya yakni Pasar Sinakma, tugu/menara salib, dan jalan trans-Papua.

Bupati Jayawijaya John Wempi Wetipo di Wamena, Ibu Kota Kabupaten Jayawijaya, Minggu, mengatakan undangan baru disampaikan secara lisan kepada Presiden saat berkunjung ke Jayawijaya untuk meninjau pembangunan jalan trans-Papua, 10 Mei lalu.

"Bapak Presiden bilang kalau begitu Bapak (Presiden) tunggu laporan. Kalau sudah tuntas tolong disampaikan. Tahun depan Bapak bisa datang kalau pekerjaan semua sudah tuntas," kata John mengutip penjelasan Presiden Jokowi saat undangan lisan itu dikemukakan.

Saat berbincang-bincang dengan Presiden, kata John, Presiden menyampaikan bahwa ia tidak bisa membagi uang satu persatu bagi tiap masyarakat Jayawijaya, namun melalui program yang dilakukan diharapkan harga kebutuhan pokok masyarakat, bisa turun sama dengan di daerah lain.

"Beliau bilang ini kebijakan (jalan trans-Papua) yang dilakukan sehingga harga semen, dan bahan-bahan lain yang terlalu tinggi ini, bisa turun harga," katanya.

Sebelumnya, pada kunjungan Presiden ke Jayawijaya, ia mengajak masyarakat, pemerintah kabupaten, provinsi Papua dan Pusat untuk bersama-sama meningkatkan pembangunan pendidikan serta kesehatan.

"Pendidikan, kesehatan adalah dasar dari sebuah pembangunan ke depan. Pak Gubernur sudah bercerita banyak tentang kesulitan yang dihadapi di sini dan ini merupakan tantangan yang harus kita hadapi," katanya.

Menurut dia, bukan saja sektor pendidikan dan kesehatan, pembangunan infrastruktur jalan di Papua juga sangat sulit karena medan yang begitu berat.

"Kalau tidak pernah ke lapangan kita tidak bisa membayangkan betapa tanah Papua ini memang sangat sulit sekali. Naik mobil, truk kelihatan rasa sulitnya pembangunan (jalan) di sini, itu baru naik, coba bayangkan yang membangun jalan," kata Presiden. (*)

Editor: Anwar Maga

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga