Kamis, 24 Agustus 2017

Pengendara sepeda motor dianiaya massa di Waena hingga tewas

id Pengendara sepeda motor dianiaya massa di Waena hingga tewas, Jayapura, Papua
Pengendara sepeda motor dianiaya massa di Waena hingga tewas
Kapolres Jayapura Kota AKBP Tober Sirait. (Foto: Antara Papua/Evarukdijati)
Jayapura (Antara Papua) - Pius Kulua (40), pengendara sepeda motor dianiaya massa hingga tewas pada Sabtu dini hari, saat melintas di kawasan Kamwolker, Waena, Distrik Heram, Kota Jayapura, Provinsi Papua, tempat jenasah Theresia yang menjadi korban pembunuhan Jumat (19/5) pagi disemayamkan.

Kasus tindak pidana kekerasan yang menelan korban jiwa ini, disebut-sebut memiliki keterkaitan dengan tewasnya  Theresia Lampyompar (42) yang ditemukan tergeletak di selokan depan PLTD Waena, Kota Jayapura, disertai luka tusuk.

Kapolres Jayapura Kota AKBP Tober Sirait kepada Antara di Jayapura, mengatakan insiden itu terjadi saat korban bersama saudaranya Yuwenus Kulua (25) mengendarai sepeda motor melintas di kawasan Kamwolker, tempat jenasah Teresia yang menjadi korban pembunuhan disemayamkan.

"Polisi yang berjaga di sekitar kawasan itu sudah berupaya mencegat namun korban tetap mengendarai motornya dengan cepat, mungkin mereka ketakutan melihat banyaknya anggota polisi,"  kata AKBP Tober.

Saat melintas di sekitar rumah tempat jenasah Theresia disemayamkan, tiba tiba sanak keluarga yang masih berkumpul di rumah duka langsung keluar dan menganiaya kedua pengendara sepeda motor itu.

Insiden yang terjadi sekitar pukul 01.35 wit itu sempat dilerai anggota yang berjaga-jaga di kawasan itu namun nyawa Pius yang merupakan PNS di Kabupaten Puncak Jaya tidak tertolong.

Sedangkan Yuwenus Kulua mengalami luka-luka namun kondisinya stabil dan akan dipindahkan ke RS Dian Harapan, Waena dari RS Bhayangkara, atas permintaan keluarga.

Ketika ditanya tentang pelaku penganiayaan hingga menewaskan Pius Kulua, AKBP Tober mengatakan masih diselidiki.

Jenasah Pius Kulua kini disemayamkan di rumah keluarganya di Sentani, kata AKBP Sirait. (*)

Editor: Anwar Maga

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga