Selasa, 22 Agustus 2017

AJI Jayapura sayangkan sikap arogan oknum Brimob di Jakarta

id AJI Jayapura sayangkan sikap arogan oknum Brimob di Jakarta, Papua
AJI Jayapura sayangkan sikap arogan oknum Brimob di Jakarta
Ketua dan sekretaris AJI Kota Jayapura periode 2016-2019, Eveerth Zacharias Joumilena dan Musa Abubar. (Foto: Antara Papua/Indrayadi Thamrin Hatta)
Meskipun merupakan aparat keamanan, seharusnya tidak serta merta main gertak dengan suara besar dan kata-kata kasar sembarangan
Jayapura (Antara Papua) - Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Jayapura, Provinsi Papua, menyayangkan sikap arogan yang dilakukan beberapa oknum Brimob kepada Ricky Prayoga wartawan Antara di Jakarta pada Minggu siang ketika melaksanakan tugas jurnalistiknya.

Ketua AJI Kota Jayapura Dhoto Evert Joumilena, di Jayapura, mengatakan pimpinan kesatuan Brimob harus menindak tegas anak buahnya yang gagal memahami tugasnya.

"Meskipun merupakan aparat keamanan, seharusnya tidak serta merta main gertak dengan suara besar dan kata-kata kasar sembarangan," katanya lagi.

Dhoto menjelaskan, wartawan bekerja dilindungi undang-undang, sehingga jika ada masalah harus dibicarakan secara baik, bukan main hakim sendiri, apalagi sempat mengancam dengan senjata.

Sebelumnya, sempat beredar video kekerasan terhadap Ricky Prayoga wartawan LKBN Antara yang terlihat dibekap dan ditarik oleh beberapa anggota Brimob untuk dibawa ke suatu tempat.

Namun Ricky yang masih mengenakan ID card jurnalis peliput kejuaraan bulu tangkis Indonesia Terbuka itu berusaha berontak.

Menurut Ricky, kejadian tersebut sekitar pukul 15.00 WIB. Ketika ia datang ke salah satu ATM di JCC, seorang anggota Brimob bernama Adam mendekati dan memandangnya.

"Saya mengira ada yang salah dengan saya, lalu saya tanya ke petugas itu apa ada yang salah dengan saya," kata Yoga.

Ditanya seperti itu, petugas malah marah-marah dan bilang "Apa kau, ada undang-undangnya jangan melihat," kata Adam seperti dikutip Yoga.

"Setelah itu Adam dan tiga orang rekannya berusaha mengamankan saya seperti seorang maling, saya sempat dipiting dan akan dibanting. Karena kejadian itu dekat dengan media center, saya berusaha menuju ke sana meski masih dipegang," kata Yoga.

Situasi kekerasan ini pun terekam video, termasuk terdengar suara-suara keras dari oknum petugas Brimob itu.

Ricky mengatakan, setelah itu situasi mulai tenang setelah ada seorang anggota Brimob senior yang datang dan berusaha memediasi.

Ricky sendiri mengaku merasa terpukul dengan kejadian tersebut, apalagi oknum Brimob itu sempat mengacungkan senjata laras panjang ke arahnya.

Salah satu anggota Brimob, kata Ricky, juga sempat menantangnya berkelahi dan mengeluarkan kata-kata yang bernada intimidasi. (*)

Editor: Anwar Maga

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga