Sabtu, 23 September 2017

Kemenkes programkan perekrutan 300 dokter untuk Papua

id Kemenkes programkan perekrutan 300 dokter untuk Papua, kesehatan
Kemenkes programkan perekrutan 300 dokter untuk Papua
Kadis Kesehatan Provinsi Papua drg Aloysius Giyai. (Foto: Antara Papua/Hendrina Dian Kandipi)
Kementerian Kesehatan sudah janji akan mengirim 200-300 tenaga dokter umum dan dokter gigi untuk melengkapi tim kesehatan bergerak yang akan direkrut dimasing-masing kabupaten/kota di Papua
Jayapura (Antara Papua) - Kementerian Kesehatan memprogramkan perekrutan 300 dokter umum dan dokter gigi untuk melengkapi tim kesehatan bergerak di masing-masing kabupaten/kota di Provinsi Papua pada 2018.

"Kementerian Kesehatan sudah janji akan mengirim 200-300 tenaga dokter umum dan dokter gigi untuk melengkapi tim kesehatan bergerak yang akan direkrut dimasing-masing kabupaten/kota di Papua," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Aloysius Giyai di Jayapura, Rabu.

Ia mengatakan janji tersebut disampaikan pejabat Kementerian Kesehatan setelah pengumuman kelulusan diklat kepemimpinan tingkat II di Jakarta pada 16 Juni 2017.

Ratusan tenaga dokter yang akan dikirim itu sangat membantu pelayanan kesehatan di wilayah paling timur Indonesia, karena hingga kini Papua masih sangat kesulitan tenaga dokter terutama dokter gigi dan dokter umum.

"Kalau tenaga kesehatan lainnya kan kita bisa rekrut dari lulussan pendidikan kesehatan yang ada di Papua," ujarnya.

Aloysius menyontohkan tenaga bidan, tenaga analis, tenaga perawat, tenaga sanitarian, tenaga farmasi, asisten apoteker dan tenaga promosi kesehatan, bisa direkrut dari lulusan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan di Jayapura.

"Selain itu, kita juga bisa rekrut tenaga-tenaga itu dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Cenderawasih Jayapura," ujarnya.

Dia mengatakan masing-masing Dinas Kesehatan kabupaten/kota harus menciptakan lapangan kerja baru bagi tenaga kesehatan yang masih nganggur/belum mempunyai pekerjaan.

"Kita tau bersama bahwa moratorium Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) sampai hari ini sudah lima tahun, tidak ada penerimaan CPNS," ujarnya.

Dengan demikian, tambah dia, perekrutan tenaga kesehatan bergerak di masing-masing kabupaten/kota selain meningkatkan derajat kesehatan di daerah juga menciptakan lapangan kerja baru bagi tenaga kesehatan. (*)

Editor: Anwar Maga

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga