Sabtu, 23 September 2017

Pemkab Jayawijaya sediakan honai bagi turis mancanegara

id Pemkab Jayawijaya sediakan honai bagi turis mancanegara Papua
Pemkab Jayawijaya sediakan honai bagi turis mancanegara
Salah satu atraksi perang dalam Festival Lembah Baliem yang dilaksanakan setiap tahun di Wamena, ibu kota Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua. (Foto: Istimewah)
Hampir 100 persen yang tinggal di honai adalah wisatawan asing karena memang mereka ingin ada di alam dan ingin menikmati pengalaman tinggal di honai
Wamena (Antara Papua) - Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua, menyiapkan sejumlah penginapan lokal atau honai (rumah adat Papua khusus masyarakat di wilayah pegunungan) bagi turis mancanegara yang akan mengikuti Festival Budaya Lembah Baliem.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kegiatan FBLB Jayawijaya, Rabindra Patasik, di Wamena, Ibu Kota Kabupaten Jayawijaya, Minggu, mengatakan wisatawan mancanegara yang datang ke tempat itu lebih suka tinggal di honai dibandingkan dengan penginapan modern.

"Beberapa tahun terakhir ketika dilakukan festival, hampir 100 persen yang tinggal di honai adalah wisatawan asing karena memang mereka ingin ada di alam dan ingin menikmati pengalaman tinggal di honai," kata Rabindra.

Pihaknya sudah melakukan survei terhadap honai-honai yang akan dijadikan hunian para turis.

"Honai yang sudah disiapkan berada di Kampung Hobia dan Wamena Resort, tetapi setelah kami lakukan survei, memang dibutuhkan sedikit pembenahan dalam hal fasilitas interior," katanya.

Ia mengharapkan warga yang mendiami kampung-kampung wisata mempersiapkan honai, agar turis yang ingin tinggal di honai bisa menginap dengan nyaman.

"Kita dorong masyarakat untuk menumbuhkan potensi ini agar bisa memberikan penghasilan bagi mereka," jelas Rabindra.

Rabindra memastikan wisatawan yang tinggal di honai maupun hotel akan diberikan perlindungan keamanan sebab pihaknya telah membangun kerja sama dengan aparat keamanan.

"Kita sudah melibatkan pihak keamanan dan mereka ini bukan hanya terlibat pada saat festival, karnaval atau pada saat wisata, tetapi juga di penginapan-penginapan itu sendiri," katanya. (*)

Editor: Evarianus Supar

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga