Jumat, 28 Juli 2017

Tokoh Papua apresiasi toleransi umat beragama

id Tokoh Papua apresiasi toleransi umat beragama Papua
Tokoh Papua apresiasi toleransi umat beragama
Tokoh muslim Papua Thaha Alhamid (Foto: Antara Papua)
Saya berharap toleransi umat beragama seperti ini terus terjaga, tidak hanya di Jayapura, tapi juga diberlakukan di daerah lain di Provinsi Papua
Jayapura (Antara Papua) - Tokoh Papua Thaha Alhamid mengapresiasi toleransi umat beragama yang ditunjukkan oleh pemuda nasrani yang ikut menjaga pengamanan selama salat Idul Fitri di sejumlah masjid di Kota Jayapura, Minggu (25/6).

Kepada Antara di Jayapura, Senin (26/5), Thaha menuturkan, salah satu masjid yang dijaga oleh pemuda nasrani yakni Masjid Al-Asykar Bucen II Entrop, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura.

Menurut tokoh yang kritis soal pembangunan itu, pemuda dari Gereja GKI Maranatha Polimak I membantu aparat kepolisian menjaga keamanan jalannya salat id di Masjid Al-Asykar.

Tidak hanya pengamanan, mereka juga ikut membantu petugas Polantas dari Polsek Jayapura Selatan dan Polres Jayapura Kota untuk mengatur kelancaran arus lalu lintas.

"Mereka (pemuda) itu membantu umat muslim yang hendak menyebrang sebelum dan sesudah salat, umat muslim yang hendak keluar dengan kendaraan baik roda dua maupun roda empat," ujarnya.

"Saya mengapresiasi toleransi umat beragama yang ditunjukkan oleh pemuda nasrani ini," tambahnya.

Selain salat id, katanya, para pemuda ini juga ikut menjaga keamanan dan kenyamanan umat muslim selama menjalankan salat taraweh di sejumlah masjid di Jayapura.

"Saya berharap toleransi umat beragama seperti ini terus terjaga, tidak hanya di Jayapura, tapi juga diberlakukan di daerah lain di Provinsi Papua," ujarnya.

Sementara itu, Frits Ramandey yang kini menjabat sebagai majelis di GKI Maranatha mengatakan pada Minggu (25/6) lonceng gereja di bunyikan dalam suara cinta kasih untuk umat bersekutu, subuh itu 22 pemuda gereja dari GKI Maranatha Polimak I bergegas menuju sejumlah lokasih gema slat Idul Fitri 1438 berkumandang untuk menjaga keamanan.

Dua jam kemudian mereka kembali ke gereja dalam tawah dan syukur karna telah membantu mengatur arus lalu lintas bahkan keamanan salat Idul Fitri bagi umat muslim.

"Suasana hari minggu dan salat Idul Fitri yang bersamaan dan kuatnya toleransi di kota ini," tutur Frits. (*)

Editor: Evarianus Supar

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga