Rabu, 27 September 2017

Satgas TMMD berikan penyuluhan wawasan kebangsaan

id Satgas TMMD berikan penyuluhan wawasan kebangsaan, Kodam Cenderawasih
Satgas TMMD berikan penyuluhan wawasan kebangsaan
Seorang prajurit dari Kodim 1711/Boven Digoel (BVD) memberikan penyuluhan wawasan kebangsaan dan sosialiasi penerimaan calon prajurit TNI AD di balai Kampung Maju, Distrik Arimob, Kabupaten Boven Digoel, Papua. (Foto: Istimewa/Pendam Cenderawasih)
TNI yang dulu dengan sekarang sudah berbeda, tentara yang dulu sangat garang dan ditakuti oleh masyarakat. Tetapi sekarang tentara diciptakan untuk selalu bersama dan membantu rakyat
Jayapura (Antara Papua) - Satuan tugas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Kodim 1711/Boven Digoel (BVD) memberikan penyuluhan wawasan kebangsaan dan sosialiasi penerimaan calon prajurit TNI AD di balai Kampung Maju, Distrik Arimob, Kabupaten Boven Digoel, Papua.

"Penyuluhan dan sosialisasi itu diberikan kepada warga Kampung Maju, Distrik Arimob, Kabupaten Boven Digoel, yang tinggal tak jauh dari perbatasan RI dan Papua Nugini," kata Perwira Seksi Operasi (Pasiops) Kodim 1711/BVD Lettu Inf Warsito ketik dihubungi dari Kota Jayapura.

Dalam kegiatan tersebut, kata Warsito, ia menyampaikan agar masyarakat setempat mempersiapkan diri putra-putrinya untuk menjadi seorang prajurit dengan memperhatikan faktor kesehatan maupun pendidikanya, serta hindari minuman keras dan narkoba.

"Kami berada disini terdiri dari berbagai suku agama dan kepercayaan, hal tersebut tergambar dalam burung Garuda yang terdapat tulisan Bhineka Tunggal Ika yang artinya berbeda beda tetapi tetap satu," katanya.

Sehingga, lanjut dia, dalam berkehidupan bermasyarakat setiap ada permasalahan agar dibicarakan dengan harapa segera dapat diselesaikan sehingga tidak terjadi perselisihan yang mengakibatkan perpecahan suku bangsa ditengah masyarakat.

Disela-sela penyuluhan itu, kata dia, dibuat kuis dengan melempar berbagai pertanyaan tentang Pancasila serta menyanyikan lagu Garuda Pancasila kepada masyarakat Kampung Maju.

"Saya terkejut ternyata masyarakat yang ada di Distrik Arimob dapat menjawab dan paham arti Bhineka Tunggal Ika, bahkan tahu persis jumlah bulu dari burung Garuda yang melambangkan tanggal, bulan dan tahun dari kemerdekaan Bangsa Indonesia," katanya.

Pada kesempatan itu, Kepala Distrik Arimob, Dominikus Anggawen mengatakan kegiatan TMMD merupakan program nasional yang dilakukan oleh TNI bekerjasama dengan pemerintah daerah terkait pembangunan di daerah.

"TNI yang dulu dengan sekarang sudah berbeda, tentara yang dulu sangat garang dan ditakuti oleh masyarakat. Tetapi sekarang tentara diciptakan untuk selalu bersama dengan rakyat turun ke kampung dengan membantu masyarakat diseluruh bidang seperti sebagai penyuluh pertanian maupun yang lainya, termasuk TMMD ini," katanya.

Untuk penerimaan calon prajurit TNI AD, Dominukus mengaku sependapat agar pemuda menjaga kesehatan, karena dalam proses penerimaan prajurit khusus putra-putri daerah sangat diprioritaskan.

"Untuk itu hindari kegiatan kegiatan yang melanggar hukum dan norma masyarakat seperti minuman keras dan narkoba dan sejenisnya. Saya sangat bangga di wilayah kita ini sudah ada 4 orang yang telah lulus menjadi anggota TNI AD," katanya.(*)

Editor: Anwar Maga

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga