Minggu, 24 September 2017

Kapolda: Presiden Jokowi apresiasi kinerja Polri

id Kapolda Papua: Presiden Jokowi apresiasi kinerja Polri, Polda
Kapolda: Presiden Jokowi apresiasi kinerja Polri
Kapolda Papua Irjen Pol Boy Rafli Amar usai membacakan amanat Presiden Jokowi dalam upacara HUT ke-71 Bhayangkara di Mako Brimob, Kotaraja, Distrik Abepura, Kota Jayapura, Senin. (10/7) (Foto: Istimewa/Humas Polda Papua)
Dirgahayu Kepolisian Negara Republik Indoneisa ke-71, terus tegaklah menjadi rastra sewakottama, adbi utama nusa dan bangsa
Jayapura (Antara Papua)  Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Papua Irjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengapresiasi kinerja segenap personil kepolisian yang tersebar dari Sabang sampai Merauke, sehingga ketertiban dan keamanan ditengah masyarakat dapat terjaga dengan baik.
    Pernyataan ini disampaikan oleh mantan Kapolda Banten itu, saat membacakan amanat Presiden Jokowi pada saat upacara HUT ke-71 Bhayangkara di markas komando Brimob Polda Papua di Kotaraja, Distrik Abepura, Kota Jayapura, Papua, Senin.
    "Atas nama negara dan pemerintah, saya sangat berterimakasih dan sangat apresiasi kepada kerja keras Kepolisian Negara Republik Indonesia, karena pengabdian seluruh personel dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat sehingga hasilnya kelihatan, hasilnya nyata,"kata Boy membacakan amanat Presiden Jokowi.
    Dalam usia ke 71 tahun Kepolisian Negara Republik Indonesia, katanya, mampu mewujudkan dedikasi, loyalitas dan integritas yang tinggi untuk mendukung terwujudnya pembangunan nasional dan pemerataan ekonomi yang berkeadilan.
    "Polri mampu mewujudkan situasi Kamtibmas yang stabil dan kondusif, kepolisian sukses melakukan pencegahan terorisme, pemberantasan narkoba, menekan angka kejahatan konvensional, seperti premanisme dan kejahatan jalanan, serta mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran berlalu lintas,"katanya.
    Selain itu, lanjutnya, Polri juga perlu mempersiapkan diri untuk mengamankan pilkada serentak pada 2018, pemilu legislatif serta pilpres pada 2019, agar potensi kerawanan yang ada tidak berkembang menjadi konflik sosial yang luas.
    "Maka dari itu saya akan memberikan instruksi kepada seluruh jajaran kepolisian untuk terus meningkatkan kinerjanya melalui upaya-upaya sebagai berikut, pertama perbaiki manajemen internal Polri untuk menekan budaya negatif seperti korupsi, penggunaaan kekerasan yang berlebihan dan arogansi kewenangan,"katanya.
    Kedua, mantapkan solidaritas internal dan profesionalisme Polri guna terwujudnya Indonesia yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian. Ketiga, optimalkan moderenisasi dengan penggunaan teknologi informasi dalam pelayanan publik.
    Keempat, tingkatkan kesiapsiagaan opsnal, melalui upaya deteksi dini dan deteksi aksi dengan strategi pemolisian proaktif, dengan demikian Polri tetap dapat lincah bertindak dan menghadapi perkembangan situasi yang mingkat secara cepat.
    Kelima, tingkatkan kerja sama, koordinasi dengan semua elemen baik pemerintah, masyarakat serta kolega internasional sebagai implementasi pendekatan sinergi polisional guna mewujudkan situasi Kamtibmas yang kondusif.
    "Saya selaku kepala negara tetap berkomitmen untuk mendukung terbentuknya Polri yang kuat, handal dan profesional, supaya tugas Polri untk menjaga situasi Kamtibmas, penegakkan hukum dan sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat dapat di laksanakan secara optimal," katanya.
    "Dirgahayu Kepolisian Negara Republik Indoneisa ke-71, terus tegaklah menjadi rastra sewakottama, adbi utama nusa dan bangsa," katanya, mengutip amanat Presiden Jokowi. (*/Adv)

Editor: Anwar Maga

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga