Kamis, 27 Juli 2017

Yapeda manfaatkan MOS beri penyuluhan HIV-AIDS

id Yapeda manfaatkan MOS beri penyuluhan HIV-AIDS, Papua
Yapeda akan melibatkan 90 orang penyuluh sebaya yang telah dilatih guna menyebarluaskan informasi dan pengetahuan tentang cara-cara mengatasi penyakit HIV-AIDS dan bagaimana memperlakukan Orang Dengan HIV-AIDS (ODHA) di kalangan remaja
Timika (Antara Papua) - Yayasan Peduli AIDS Timika, Papua akan menjalin kerja sama dengan sekolah-sekolah dan Perguruan Tinggi setempat memanfaatkan ajang Masa Orientasi Sekolah (MOS) dan Orientasi Pendidikan (Ospek) untuk memberikan penyuluhan HIV-AIDS kepada kalangan siswa dan mahasiswa baru.

Direktur Yapeda Timika Pastor Bert Hogenboorn OFM di Timika, Jumat, mengatakan sudah ada sejumlah sekolah dan PT di Timika yang meminta Yapeda untuk memberikan penyuhan masalah HIV-AIDS.

Yapeda akan melibatkan 90 orang penyuluh sebaya yang telah dilatih guna menyebarluaskan informasi dan pengetahuan tentang cara-cara mengatasi penyakit HIV-AIDS dan bagaimana memperlakukan Orang Dengan HIV-AIDS (ODHA) di kalangan remaja di Kota Timika.

"Sudah banyak permintaan dari sekolah-sekolah agar anak-anak yang telah dilatih sebagai penyuluh sebaya dilibatkan dalam kegiatan MOS dan OSPEK untuk memberikan penyuluhan kepada rekan-rekan mereka," jelas Pastor Bert.

Ia mengatakan penyuluhan HIV-AIDS masih sangat diperlukan bagi generasi muda Mimika, terutama di Kota Timika mengingat terdata sekitar 400 orang muda di Mimika telah terinfeksi HIV-AIDS dalam kurun waktu tiga tahun terakhir yaitu 2014-2016.

"Informasi seperti itu memang masih sangat dibutuhkan. Dalam tiga tahun terakhir ada penambahan lebih dari 400 orang yang terinfeksi baru sehingga terus-menerus ada korban. Ini tidak mengherankan karena di Timika selalu ada pertambahan penduduk yang baru dari luar," kata Pastor Bert, seorang misionaris asal Belanda yang sudah puluhan tahun berkecimpung di bidang penyuluhan dan pemberantasan HIV-AIDS di Mimika.

Pastor Bert menambahkan upaya melibatkan generasi muda dalam memberantas epidemi HIV-AIDS di Mimika sangat penting mengingat berdasarkan pengalaman bahwa informasi yang disampaikan dalam lingkungan informal oleh rekan-rekan sebaya mereka jauh lebih kuat pengaruhnya dibanding informasi yang disampaikan melalui jalur resmi.

"Kalau mereka sudah mengenal rekan-rekan penyuluh sebaya tentu akan lebih mudah dihubungi jika ada temuan kasus sehingga bisa segera ditangani," katanya.

Sebanyak 90 orang penyuluh sebaya HIV-AIDS yang dilatih Yapeda baru-baru ini merupakan siswa SLTP dan SLTA di Mimika. Mereka terdiri dari 30 siswa SLTP dan sisanya sebanyak 60 orang merupakan siswa SMA dan SMK di Mimika.(*)

Editor: Anwar Maga

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga