Senin, 21 Agustus 2017

Anggota TNI korban pertikaian nelayan Mimika dievakuasi ke Surabaya

id Anggota TNI korban pertikaian nelayan Mimika dievakuasi ke Surabaya, Papua, Kodam
Anggota TNI korban pertikaian nelayan Mimika dievakuasi ke Surabaya
Komandan Korem 174/ATW Brigjen TNI Asep Setia Gunawan didampingi Kasi Intel Korem 174/ATW Kolonel Inf Ayub Akbar dan Dandim 1710/Mimika Letkol Inf Windarto, pada Kamis (10/8) menjenguk Kopda Andi yang "sekarat" akibat ulah kelompok nelayan yang bertikai di Pomako, Mimika, Papua, Rabu (9/8) (Foto: Istimewa/Pendam XVII/Cenderawasih)
Jayapura (Antara Papua) - Kopda Andi, anggota TNI yang menjadi korban penganiayaan masyarakat dalam pertikaian antarkelompok nelayan di Pomako, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua, dievakuasi ke Surabaya untuk mendapat perawatan intensif akibat luka yang dideritanya.

Kapendam XVII Cenderawasih Letkol Inf M Aidi kepada Antara, Sabtu, mengatakan hasil dianogsa sementara dari dokter di RS Mimika yang menangani awal terungkap korban mengalami luka serius dan diduga akan mengalami kelumpuhan atau cacat.

Korban mengalami luka bacok dikepala, luka sabet dilengan dan luka tusuk akibat ditombak dipunggung, sehingga pimpinan memutuskan untuk mengevakuasi dan dirawat di RS Ramelan Surabaya sejak Jumat (11/8).

Dipilihkan RS Ramelan Surabaya untuk memudahkan perawatan karena keluarganya berasal dari Surabaya , kata Letkol Inf Aidi.

Menurutnya, selain Kopda Andi, Serka Yusuf juga mengalami luka bacok dikepala akibat dikeroyok massa.

Akibat dikeroyok massa itulah Serka Yusuf menggeluarkan tembakan peringatan sehingga menggenai warga sipil, kata Letkol Inf Aidi seraya mengatakan, kasusnya saat ini ditangani POMDAM XVII Cenderawasih.

Insiden itu sendiri berawal dari pertikaian antarnelayan yang terjadi Rabu (9/8) dan saat kedua anggota TNI berada di sekitar lokasi mereka dikeroyok sehingga Serka Yusuf mengeluarkan senpi dan menembak hingga menewaskan satu warga sipil.

"Kasusnya ditangani POMDAM XVII Cenderawasih," kata Kapendam XVII Cenderawasih Letkol Inf M Aidi. (*)

Editor: Anwar Maga

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga