Rabu, 20 September 2017

BPBD dan TNI latih warga perbatasan bongkar pasang tenda

id BPBD dan TNI latih warga perbatasan bongkar pasang tenda, Kodam
Kami dengan masyarakat sangat berterimakasih dan bersyukur dengan adanya pelatihan ini, sehingga kami masyarakt Skouw Mabo dapat memiliki ketrampilan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak kita inginkan.
Jayapura (Antara Papua) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jayapura dan prajurit TNI yang bertugas sebagai penjaga perbatasan RI-PNG melatih tiga warga kampung di Distrik Muaratami untuk bongkar pasang tenda guna meningkatkan kemampuan antisipasi bencana.

Ketiga warga kampung dan kelurahan yang dilatih bongkar pasang tenda itu adalah Kampung Skouw Mabo, Kampung Holtekamp dan Kelurahan Koya Timur, yang dipusatkan di gedung serbaguna dan lapangan adat Kampung Skouw Mabo, Distrik Muaratami, Kota Jayapura, Jumat.

Pelatihan itu dibuka oleh Kepala Pelaksana BPBD Kota Jayapura yang diwakili oleh Jonnie Koolang, sebagai Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD.

Hadir pada momentum tersebut Danramil Muaratami Kapten Inf Sutrisno, Kapolsek Muaratami M Mukabsi, Danki D Satgas Yonif Para Raider 432/WSJ Kostrad Lettu Inf Rosidi, Pasintel Satgas Lettu Inf M Tavin, Papen Satgas Lettu Ctp Joko S dan LSM RAPI wilayah Muaratami.

"Kampung Skouw Mabo ini letaknya berada di tepi pantai dan secara otomatis memiliki ancaman terjadinya gelombang pasang dengan kegiatan ini kami memberikan bekal pengetahuan dan pemahaman tentang cara cara penyelamatan apabila sewaktu waktu terjadi bencana," kata Jonnie Koolang

Sementara itu, tokoh masyarakat Skouw Mabo Yulianus Uduas memberikan apresiasi atas terlaksanan kegiatan tersebut.

"Kami dengan masyarakat sangat berterimakasih dan bersyukur dengan adanya pelatihan ini, sehingga kami masyarakt Skouw Mabo dapat memiliki ketrampilan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak kita inginkan, karena disini kami juga sangat kawatir dan resah bila badai atau hujan lebat karena ombak yang sangat besar sampai di pemukiman masyarakat kami," kata Yulianus.

Sedangkan, Danki D Satgas Yonif PR 432/WSJ Kostrad Lettu Inf Rosidi mengatakan kegiatan seperti itu harus selalu diberikan kepada masyarakat yang tinggal dipinggir pantai khususnya masyarakat Skouw Mabo.

"Karena apabila terjadi sesuatu yang tidak diinginkan sudah siap, karena bisa lihat tanggul-tanggul pemecah ombak yang sudah terpasang posisinya sudah tidak sesuai pada tempatnya lagi dan masih belum bisa menahan besarnya ombak bila cuaca ekstrim," katanya.

Kegiatan itu melibatkan sejumlah relawan itu bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada masyarakat sedini mungkin, apabila menghadapi bencana masyarakat sudah siap untuk bagaimana langkah-langkah penyelamatan.

Materi yang diberikan oleh BPBD Kota Jayapura dan Yonif PR 432/WSJ Kostrad diantaranya, pelatihan keterampilan bongkar pasang tenda untuk peningkatan kapasitas relawan desa tangguh bencana, dimana masyarakat harus bisa menyiapkan tempat untuk hunian sementara (Huntara) apabila terjadi bencana. (*)

Editor: Anwar Maga

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga