Rabu, 20 September 2017

Pemkab Jayawijaya dan TNI buka 68 hektare lahan baru untuk padi Inpari 27

id Pemkab Jayawijaya dan TNI buka 68 hektare lahan baru untuk padi Inpari 27, Papua, Kodam
Pemkab Jayawijaya dan TNI buka 68 hektare lahan baru untuk padi Inpari 27
Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Jayawijaya Hendri Tetelepta (Foto: Antara Papua/Marius Frisson Yewun)
Waktu kerja sama TNI dan Pemkab, baru dibuka dua kolam (sawah) karena bibitnya belum ada, tetapi kami sudah menyediakan bibit siap tanam dan sekarang sudah siap lahan seluas 68 hektare
Wamena (Antara Papua) - Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua bekerja sama dengan TNI untuk  membuka 68 haktare lahan sawah cetak baru yang siap ditanami bibit padi jenis Inpari 27.

Kepala Dinas Pertanian (Distan) Jayawijaya Hendri Tetelepta, di Wamena, Ibu Kota Kabupaten Jayawijaya, Rabu, mengatakan pengembangan lahan sawah di sana baru dilakukan di satu distrik yaitu Siepkosi.

"Waktu kerja sama TNI dan Pemkab, baru dibuka dua kolam (sawah) karena bibitnya belum ada, tetapi kami sudah menyediakan bibit siap tanam dan sekarang sudah siap lahan seluas 68 hektare," katanya.

Hendri mengatakan bibit Inpari yang hendak ditanam merupakan bantuan dari badan usaha milik negara (BUMN) tahun lalu.

"Itu bantuan tahun 2016 jadi saya tidak terlalu hafal jumlahnya," kata Handri.

Untuk pengolahan 68 hektare sawah itu, Pemkab Jayawijaya memberikan bantuan fasilitas berupa lima unit mesin tangan atau "hand tractor".

"Pada tahun 2017, Distan Jayawijaya tidak menambah luasan lahan sawah atau pembukaan lahan cetak baru," katanya.

Pada Juni lalu, TNI, pemerintah dan masyarakat Jayawijaya membuka 63 hektare sawah cetak baru dari 68 hektare lahan yang tersedia di Distrik Siepkosi sebagai upaya menjaga kestabilan ketahanan pangan.

Saat melakukan tanam perdana padi saat itu, Danrem 172/PWY Kolonel Infantri Boni C Pardede mengatakan sudah menyediakan beberapa personel yang paham tentang pertanian untuk mendampingi petani dalam pengembangan padi dan sawah.

"Kami sudah menyekolahkan beberapa anggota dan mereka ini yang nanti mendampingi masyarakat. Setelah tanam perdana ini kita akan lihat, kalau wilayahnya cocok untuk padi maka terus dikembangkan, tetapi kalau kurang berhasil maka kita akan coba dengan tanaman lain seperti jagung dan kedelai," katanya. (*)

Editor: Anwar Maga

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga