Gemapi ajak pemuda tolak radikalisme
Jumat, 2 Juni 2017 8:53 WIB
Anggota Gemapi (Foto: Antara Papua/Hendrina Dian Kandipi)
Jayapura (Antara Papua) - Pengurus besar Gerakan Mahasiswa Papua Indonesia (Gemapi) mengajak segenap komponen bangsa untuk menolak radikalisme dan mencintai serta melaksanakan butir-butir Pancasila.
Ajakan ini disampaikan oleh Ketua Umum PB Gemapi Habelino A Sawaki di Kota Jayapura, Kamis (1/6) menyikapi berbagai isu dan gerakan radikalisme yang terang-terangan bertentangan dengan Pancasila sebagai falsafah negara.
"Para anak bangsa terutama generasi muda Indonesia harus bisa bangkit dan berpikir cerdas dalam menyikapi ancaman radikalisme yang telah mengancam negeri ini. Gemapi menantang generasi muda untuk bersatu dan menjadi garda terdepan dalam melawan semua bentuk yang menantang Pancasila yang sedang merongrong persatuan dan kesatuan bangsa," katanya.
Gemapi merasa perlunya sikap menjaga dan mewujudkan kerukunan antarumat beragama di tanah air dan mengecam keras gerakan-gerakan radikalisme yang mengatasnamakan agama dan lebih mengedepankan serta menjunjung tinggi perdamaian dan keadilan.
"Tujuan dari peryataan sikap ini adalah bagaimana peran mahasiswa lintas agama bersama-sama dengan seluruh komponen masyarakat yang lain untuk menciptakan kerukunan umat beragama. Kegunaannya adalah mengatasi radikalisme yang kemudian nantinya berkembang menjadi terorisme," katanya
Momentum 1 Juni, sebagai hari Pancasila, kata Habel, seharusnya menjadi tonggak sejarah bagi pemuda masa kini agar bisa lebih berperan aktif dengan memberikan gagasan-gagasan untuk diimplementasikan di masyarakat sebab di kawasan Indonesia masih banyak terjadi konflik.
"Kami merasa perlu dilakukan pertemuan-pertemuan juga secara berkala oleh perguruan tinggi dan organisasi-organisasi pemuda, yang mempunyai tujuan adalah merumuskan apa pengaruh radikalisme terhadap politik, keamanan Nasional, kestabilan perekonomian, sosial dan budaya di Indonesia," katanya.
Habel juga meminta kepada pemerintah daerah dan pusat agar segera bersikap kepada pihak-pihak yang secara terang-terangan mengancam kedaulatan bangsa.
"Yang terpenting adalah bagaimana upaya nyata dari pemerintah untuk menangkal gerakan-gerakan radikalisme tersebut. Perlu adanya suatu terobosan yang harus dirumuskan secara komprehensif dengan melibatkan semua elemen, yang intinya mencintai Pancasila," jelas Habel. (*)
Ajakan ini disampaikan oleh Ketua Umum PB Gemapi Habelino A Sawaki di Kota Jayapura, Kamis (1/6) menyikapi berbagai isu dan gerakan radikalisme yang terang-terangan bertentangan dengan Pancasila sebagai falsafah negara.
"Para anak bangsa terutama generasi muda Indonesia harus bisa bangkit dan berpikir cerdas dalam menyikapi ancaman radikalisme yang telah mengancam negeri ini. Gemapi menantang generasi muda untuk bersatu dan menjadi garda terdepan dalam melawan semua bentuk yang menantang Pancasila yang sedang merongrong persatuan dan kesatuan bangsa," katanya.
Gemapi merasa perlunya sikap menjaga dan mewujudkan kerukunan antarumat beragama di tanah air dan mengecam keras gerakan-gerakan radikalisme yang mengatasnamakan agama dan lebih mengedepankan serta menjunjung tinggi perdamaian dan keadilan.
"Tujuan dari peryataan sikap ini adalah bagaimana peran mahasiswa lintas agama bersama-sama dengan seluruh komponen masyarakat yang lain untuk menciptakan kerukunan umat beragama. Kegunaannya adalah mengatasi radikalisme yang kemudian nantinya berkembang menjadi terorisme," katanya
Momentum 1 Juni, sebagai hari Pancasila, kata Habel, seharusnya menjadi tonggak sejarah bagi pemuda masa kini agar bisa lebih berperan aktif dengan memberikan gagasan-gagasan untuk diimplementasikan di masyarakat sebab di kawasan Indonesia masih banyak terjadi konflik.
"Kami merasa perlu dilakukan pertemuan-pertemuan juga secara berkala oleh perguruan tinggi dan organisasi-organisasi pemuda, yang mempunyai tujuan adalah merumuskan apa pengaruh radikalisme terhadap politik, keamanan Nasional, kestabilan perekonomian, sosial dan budaya di Indonesia," katanya.
Habel juga meminta kepada pemerintah daerah dan pusat agar segera bersikap kepada pihak-pihak yang secara terang-terangan mengancam kedaulatan bangsa.
"Yang terpenting adalah bagaimana upaya nyata dari pemerintah untuk menangkal gerakan-gerakan radikalisme tersebut. Perlu adanya suatu terobosan yang harus dirumuskan secara komprehensif dengan melibatkan semua elemen, yang intinya mencintai Pancasila," jelas Habel. (*)
Pewarta : Pewarta: Alfian Rumagit
Editor : Anwar Maga
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
TAPD Papua Pegunungan serahkan Rancangan KUA PPAS ke DPR disahkan jadi perda
22 September 2026 13:06 WIB
Pemprov Papua Pegunungan dorong disiplin ASN guna tingkatkan kelancaran tugas
21 September 2026 13:34 WIB
AHY sebut pemerintah terus lakukan perbaikan infrastruktur jalan di daerah
18 September 2026 12:35 WIB
AHY sebut pembangunan konektivitas kunci percepat pertumbuhan ekonomi Papua
17 September 2026 14:16 WIB
Terpopuler - Politik
Lihat Juga
TAPD Papua Pegunungan serahkan Rancangan KUA PPAS ke DPR disahkan jadi perda
22 September 2026 13:06 WIB
Pemprov Papua Pegunungan dorong disiplin ASN guna tingkatkan kelancaran tugas
21 September 2026 13:34 WIB
AHY sebut pemerintah terus lakukan perbaikan infrastruktur jalan di daerah
18 September 2026 12:35 WIB