Johan Budi usul KPK dilibatkan untuk cegah politik uang di Pilkada
Kamis, 12 Desember 2019 19:27 WIB
Anggota DPR RI Johan Budi. (ANTARA/Feru Lantara)
Depok (ANTARA) - Anggota DPR RI Johan Budi mengusulkan agar KPK dilibatkan dalam upaya mencegah terjadinya politik uang atau penggunaan anggaran APBD pada Pilkada serentak 2020.
"Memang domain pemilu ada di penyelenggara pemilu namun dalam konteks pencegahan politik uang atau penggunaan anggaran tentunya perlu ada pengawasan KPK," kata Johan Budi usai kunjungan Komisi II DPR RI ke Balaikota Depok, Kamis.
Ia mengatakan pada Pilkada serentak 2020 di Kota Depok penyelenggara negara atau petahana akan kembali maju dalam Pilkada tersebut, seperti wali kota, wakil wali kota dan juga sekretaris daerah.
"Jadi KPK mengawasi penyelengaraan pilkada dari sisi penggunaan anggaran oleh penyelenggara negara. Jadi kerja sama dalam konteks mengawasi," jelasnya.
Mantan jubir KPK tersebut mengatakan untuk menghasilkan kepala daerah yang mempunyai integritas bagus maka prosesnya pula juga harus mempunyai integritas, bermartabat dan jurdil.
Johan Budi juga menyoroti Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang masih menjadi persoalan dalam penyelenggaraan Pilkada di sejumlah daerah termasuk di Kota Depok Jawa Barat.
"Jangan sampai hak pilih mereka hilang. Seperti yang dijelaskan wali kota Surakarta pemutakhiran data pemilih sampai last minute hari pencoblosan," kata Johan Budi.
Kota Depok akan melaksanakan Pilkada pada 2020. Sejumlah nama sudah siap untuk bertarung dalam pesta demokrasi lima tahunan tersebut.
Mereka adalah Wali Kota Depok, Mohammad Idris, Wakil Wali Kota Depok Pradi Supriatna dan satu nama yang belakangan muncul yakni Sekda Kota Depok, Hardiono.
Selain itu juga ada sejumlah petinggi partai politik Kota Depok yang akan ikut meramaikan Pilkada Depok tersebut.
Dalam tiga kali Pilkada yang telah dilaksanakan di Kota Depok tersebut kader Partai PKS selalu memenangi Pilkada tersebut.
"Memang domain pemilu ada di penyelenggara pemilu namun dalam konteks pencegahan politik uang atau penggunaan anggaran tentunya perlu ada pengawasan KPK," kata Johan Budi usai kunjungan Komisi II DPR RI ke Balaikota Depok, Kamis.
Ia mengatakan pada Pilkada serentak 2020 di Kota Depok penyelenggara negara atau petahana akan kembali maju dalam Pilkada tersebut, seperti wali kota, wakil wali kota dan juga sekretaris daerah.
"Jadi KPK mengawasi penyelengaraan pilkada dari sisi penggunaan anggaran oleh penyelenggara negara. Jadi kerja sama dalam konteks mengawasi," jelasnya.
Mantan jubir KPK tersebut mengatakan untuk menghasilkan kepala daerah yang mempunyai integritas bagus maka prosesnya pula juga harus mempunyai integritas, bermartabat dan jurdil.
Johan Budi juga menyoroti Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang masih menjadi persoalan dalam penyelenggaraan Pilkada di sejumlah daerah termasuk di Kota Depok Jawa Barat.
"Jangan sampai hak pilih mereka hilang. Seperti yang dijelaskan wali kota Surakarta pemutakhiran data pemilih sampai last minute hari pencoblosan," kata Johan Budi.
Kota Depok akan melaksanakan Pilkada pada 2020. Sejumlah nama sudah siap untuk bertarung dalam pesta demokrasi lima tahunan tersebut.
Mereka adalah Wali Kota Depok, Mohammad Idris, Wakil Wali Kota Depok Pradi Supriatna dan satu nama yang belakangan muncul yakni Sekda Kota Depok, Hardiono.
Selain itu juga ada sejumlah petinggi partai politik Kota Depok yang akan ikut meramaikan Pilkada Depok tersebut.
Dalam tiga kali Pilkada yang telah dilaksanakan di Kota Depok tersebut kader Partai PKS selalu memenangi Pilkada tersebut.
Pewarta : Feru Lantara
Editor : Anwar Maga
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Matius Fakhiri ajak warga bersatu membangun Papua usai sidang putusan MK
17 September 2025 18:31 WIB
Polda Papua siagakan 6.388 personel jelang putusan MK terkait PSU Pilkada
05 September 2025 17:10 WIB
KPU Papua perpanjang jadwal pleno rekapitulasi perhitungan suara PSU Pilkada
17 August 2025 16:57 WIB
Polres Biak kerahkan 50 personel amankan pleno rekapitulasi PSU Pilkada Papua
09 August 2025 14:18 WIB
Terpopuler - Hukum
Lihat Juga
Polres Jayawijaya sebut 24 korban tenggelam di Sungai Uwe Wamena telah dievakuasi
18 May 2026 11:47 WIB
Polda Papua kirim 300 personel brimob untuk pertebal pengamanan Wamena Jayawijaya
17 May 2026 17:42 WIB
Satgas Pamtas Yonif 511/DY tanamkan nilai bela negara bagi pemuda Mamberamo Raya
17 May 2026 17:41 WIB