Relawan Muhammadiyah sosialisasi antisipasi penularan pandemi COVID-19
Senin, 6 April 2020 4:16 WIB
Relawan Muhammadiyah Kabupaten Magelang sosialisasi antisipasi penularan COVID-19 kepada masyarakat. ANTARA/HO-PD Muhammadiyah Kabupaten Magelang
Magelang (ANTARA) - Para relawan yang tergabung dalam Muhammadiyah COVID-19 Command Center (MCCC) Kabupaten Magelang secara rutin menyampaikan sosialisasi terkait dengan antisipasi penularan pandemi virus corona baru itu kepada masyarakat di berbagai lokasi.
Ketua MCCC Kabupaten Magelang Margono dalam keterangan tertulis di Magelang, Minggu, mengatakan sosialisasi dalam bentuk penyuluhan, seperti penularan COVID-19 serta strategi pencegahannya, pembagian dan penempelan poster yang mencantumkan materi pembelajaran terkait dengan langkah-langkah untuk mencegah penularan virus itu.
Ia menuturkan anggota MCCC datang langsung melakukan penyuluhan ke pusat-pusat kegiatan masyarakat, seperti pasar, yang hingga saat ini masih banyak didatangi warga untuk beraktivitas.
Selain itu, penyemprotan disinfektan di fasilitas publik, seperti tempat ibadah, pasar, dan lokasi-lokasi yang sering dijadikan tempat berkumpul masyarakat.
Dalam beberapa kesempatan, MCCC bersama personel TNI-Polri dan unsur Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat melakukan sosialisasi kepada masyarakat secara bersama-sama.
Salah satu anggota MCCC, Sina Al Farysy, menyampaikan saat penyuluhan di Desa Wates, Kecamatan Dukun ditemui adanya kerumunan warga.
Setelah didekati, katanya, ternyata ada kegiatan arisan, meskipun sudah ada imbauan untuk tidak melaksanakan acara-acara yang sifatnya mengumpulkan banyak orang.
Tim MCCC kemudian memberikan sosialisasi sekaligus edukasi kepada warga yang sedang arisan tersebut tentang pentingnya pembatasan sosial dan fisik, seperti dalam bentuk tindakan menjaga jarak antara satu dengan yang lainnya, tidak membuat kerumunan manusia saat pandemi COVID-19, dan pemberian materi lainnya yang terkait dengan pola hidup sehat.
"Alhamdulillah setelah diberikan sosialisasi, warga yang sedang melaksanakan kegiatan arisan tersebut memiliki kesadaran untuk membubarkan diri dan kembali ke rumah masing-masing," katanya.
Ia mengharapkan sosialisasi itu menjadikan masyarakat memiliki pemahaman dan pengetahuan yang cukup sehingga menumbuhkan kesadaran terkait dengan pentingnya melakukan antisipasi pencegahan terhadap penularan COVID-19.
Ketika kesadaran sudah muncul di setiap individu, katanya, kemudian muncul kesadaran kolektif, di antara masyarakat perlu saling mengingatkan untuk kepentingan menjaga kesehatan di lingkungan masing -masing.
"Ketika ada pendatang dari luar daerah di mana di daerah asal sudah terjadi penularan COVID-19, maka orang tersebut harus melakukan pemeriksaan ke puskesmas atau petugas kesehatan terdekat agar segera diketahui kondisi kesehatannya," katanya.
Ketua MCCC Kabupaten Magelang Margono dalam keterangan tertulis di Magelang, Minggu, mengatakan sosialisasi dalam bentuk penyuluhan, seperti penularan COVID-19 serta strategi pencegahannya, pembagian dan penempelan poster yang mencantumkan materi pembelajaran terkait dengan langkah-langkah untuk mencegah penularan virus itu.
Ia menuturkan anggota MCCC datang langsung melakukan penyuluhan ke pusat-pusat kegiatan masyarakat, seperti pasar, yang hingga saat ini masih banyak didatangi warga untuk beraktivitas.
Selain itu, penyemprotan disinfektan di fasilitas publik, seperti tempat ibadah, pasar, dan lokasi-lokasi yang sering dijadikan tempat berkumpul masyarakat.
Dalam beberapa kesempatan, MCCC bersama personel TNI-Polri dan unsur Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat melakukan sosialisasi kepada masyarakat secara bersama-sama.
Salah satu anggota MCCC, Sina Al Farysy, menyampaikan saat penyuluhan di Desa Wates, Kecamatan Dukun ditemui adanya kerumunan warga.
Setelah didekati, katanya, ternyata ada kegiatan arisan, meskipun sudah ada imbauan untuk tidak melaksanakan acara-acara yang sifatnya mengumpulkan banyak orang.
Tim MCCC kemudian memberikan sosialisasi sekaligus edukasi kepada warga yang sedang arisan tersebut tentang pentingnya pembatasan sosial dan fisik, seperti dalam bentuk tindakan menjaga jarak antara satu dengan yang lainnya, tidak membuat kerumunan manusia saat pandemi COVID-19, dan pemberian materi lainnya yang terkait dengan pola hidup sehat.
"Alhamdulillah setelah diberikan sosialisasi, warga yang sedang melaksanakan kegiatan arisan tersebut memiliki kesadaran untuk membubarkan diri dan kembali ke rumah masing-masing," katanya.
Ia mengharapkan sosialisasi itu menjadikan masyarakat memiliki pemahaman dan pengetahuan yang cukup sehingga menumbuhkan kesadaran terkait dengan pentingnya melakukan antisipasi pencegahan terhadap penularan COVID-19.
Ketika kesadaran sudah muncul di setiap individu, katanya, kemudian muncul kesadaran kolektif, di antara masyarakat perlu saling mengingatkan untuk kepentingan menjaga kesehatan di lingkungan masing -masing.
"Ketika ada pendatang dari luar daerah di mana di daerah asal sudah terjadi penularan COVID-19, maka orang tersebut harus melakukan pemeriksaan ke puskesmas atau petugas kesehatan terdekat agar segera diketahui kondisi kesehatannya," katanya.
Pewarta : Heru Suyitno
Editor : Muhsidin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemprov sebut Universitas Muhammadiyah Papua berperan dalam pembangunan pendidikan
21 April 2026 15:31 WIB
Pemkab Biak Numfor: Semangat pembaharuan Muhammadiyah bawa kemajuan di daerah
07 December 2025 6:53 WIB
PW Muhammadiyah Papua minta Wapres membangun Pengadilan HAM Jayapura
10 October 2023 13:57 WIB, 2023
Polda Papua dan Universitas Muhammadiyah kerjasama bidang pendidikan
12 September 2023 4:58 WIB, 2023
Terpopuler - Daerah
Lihat Juga
Pemkot Jayapura pastikan pelayanan pendidikan dan bantuan sosial tepat sasaran
21 May 2026 14:57 WIB
KPU Papua Pegunungan beri bantuan sosial ke pengungsi di Wamena pascaperang suku
19 May 2026 13:56 WIB
Pemprov Papua Selatan ajak warga Merauke dukung program pembangunan berkelanjutan
18 May 2026 16:59 WIB