Timika (ANTARA) - Hanya dalam kurun waktu dua bulan terakhir, jumlah warga Kabupaten Mimika, Provinsi Papua, yang positif COVID-19 sudah mencapai 1.124 orang.

Kepala Dinas Kesehatan Mimika Reynold Ubra di Timika, Kamis, mengatakan peningkatan pesat kasus COVID-19 di wilayah itu kemungkinan besar dipicu oleh varian baru Omicron yang hingga kini sampel spesimennya masih menunggu uji klinis di Jakarta.

"Sampai saat ini jumlah warga Mimika yang terpapar COVID-19 sebanyak 1.124 orang. Ada 400 orang karyawan PT Freeport Indonesia dan perusahaan subkontraktor yang menjalani isolasi terpusat di Tembagapura dan Mile 38, sementara yang di Timika sekitar 500 orang menjalani isolasi mandiri," kata Reynold.

Meski mengalami lonjakan kasus yang sangat tinggi, namun jumlah pasien yang harus menjalani perawatan di rumah sakit akibat terpapar COVID-19 sejauh ini belum terlalu banyak.

Reynold mengatakan varian Omicron memiliki gejala ringan sehingga warga diharapkan agar tidak panik menyikapi lonjakan kasus COVID-19.

Meski demikian, katanya, penegakan protokol kesehatan terutama dalam hal memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dan lainnya harus tetap dipatuhi sungguh-sungguh oleh seluruh warga masyarakat Mimika.

"Bagi warga yang sudah menerima suntikan vaksin dosis pertama maupun dosis kedua sebetulnya tidak terlalu parah kalau sampai terpapar varian omicron. Gejala Omicron mirip flu biasa. Prokes harus tetap dipatuhi. Kami berterima kasih kepada pihak PT Freeport yang benar-benar serius menghentikan wabah ini sehingga sekarang pengendaliannya menjadi lebih mudah," ujarnya.

Sebelumnya Direktur RSUD Mimika dr Antonius Passulu menyebut saat ini pihaknya merawat 14 orang pasien COVID-19 dengan gejala sedang hingga berat.

Dari 14 pasien yang dirawat di ruang isolasi khusus COVID-19 itu, ada yang memiliki penyakit bawaan (penyerta) dan ada yang memiliki gejala ringan dan ditemukan saat melakukan skrining.

"Dari 14 pasien yang menjalani perawatan di rumah sakit, dua orang mengalami gejala berat. Satunya sudah ada perbaikan, satu lagi merupakan anak usia 14 tahun yang belum pernah mendapatkan vaksin," kata Antonius.

Sejauh ini pihak RSUD Mimika belum mengetahui dari mana remaja 14 tahun itu terpapar COVID-19 karena sedang dilakukan pelacakan.

"Gejala yang diderita sesak nafas, batuk, pilek. Yang jelas kalau sesak maka kita pakaikan oksigen," ujarnya.

RSUD Mimika telah mengirim sebanyak 15 sampel spesimen usap pasien COVID-19 ke Jayapura untuk mengetahui varian apa yang kini menyerang warga Mimika tersebut.*
 

Pewarta : Evarianus Supar
Editor : Hendrina Dian Kandipi
Copyright © ANTARA 2024