Prof Wiku: Masyarakat diingatkan pentingnya terapkan protokol kesehatan
Kamis, 24 Maret 2022 4:02 WIB
Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Prof. Wiku Adisasmito. ANTARA/ Anita Permata Dewi
Jakarta (ANTARA) - Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito terus mengingatkan kepada masyarakat mengenai pentingnya disiplin menerapkan prokes 3M meski sudah mendapat vaksinasi booster.
"Saya tekankan setiap orang yang sudah divaksin, bahkan divaksin booster, tetap harus disiplin memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak," kata Wiku dalam konferensi pers daring "Perkembangan Penanganan COVID-19 di Indonesia" yang diikuti di Jakarta, Rabu malam.
Hal itu karena vaksinasi booster dan protokol kesehatan adalah dua kunci mencegah penularan COVID-19.
"Sebab faktanya potensi kenaikan kasus masih tetap ada jika (pemberian) vaksin booster tidak dibarengi dengan disiplin protokol kesehatan," katanya.
Wiku menjelaskan dalam upaya mengendalikan pandemi, vaksinasi dan protokol kesehatan memiliki fungsinya masing-masing. Keduanya harus dilakukan bersama agar tercapai perlindungan yang optimal dari penularan COVID-19.
Wiku mengatakan pada seseorang yang tertular COVID-19, vaksin terbukti secara ilmiah membentuk kekebalan yang dapat melindungi orang tersebut dari gejala yang parah, risiko perawatan di rumah sakit, bahkan kematian.
Dia mengingatkan dengan vaksinasi dosis lengkap dan booster, risiko penularan masih tetap ada sehingga untuk mencegah penularan harus dengan disiplin menerapkan prokes 3M.
"Penularan dapat dicegah semaksimal mungkin dengan menghindari paparan virus yaitu dengan disiplin memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak," katanya.
"Saya tekankan setiap orang yang sudah divaksin, bahkan divaksin booster, tetap harus disiplin memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak," kata Wiku dalam konferensi pers daring "Perkembangan Penanganan COVID-19 di Indonesia" yang diikuti di Jakarta, Rabu malam.
Hal itu karena vaksinasi booster dan protokol kesehatan adalah dua kunci mencegah penularan COVID-19.
"Sebab faktanya potensi kenaikan kasus masih tetap ada jika (pemberian) vaksin booster tidak dibarengi dengan disiplin protokol kesehatan," katanya.
Wiku menjelaskan dalam upaya mengendalikan pandemi, vaksinasi dan protokol kesehatan memiliki fungsinya masing-masing. Keduanya harus dilakukan bersama agar tercapai perlindungan yang optimal dari penularan COVID-19.
Wiku mengatakan pada seseorang yang tertular COVID-19, vaksin terbukti secara ilmiah membentuk kekebalan yang dapat melindungi orang tersebut dari gejala yang parah, risiko perawatan di rumah sakit, bahkan kematian.
Dia mengingatkan dengan vaksinasi dosis lengkap dan booster, risiko penularan masih tetap ada sehingga untuk mencegah penularan harus dengan disiplin menerapkan prokes 3M.
"Penularan dapat dicegah semaksimal mungkin dengan menghindari paparan virus yaitu dengan disiplin memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak," katanya.
Pewarta : Anita Permata Dewi
Editor : Muhsidin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Wiku: Peserta PON XX dipastikan sembuh COVID-19 sebelum kembali daerah asal
12 October 2021 18:37 WIB, 2021
Jubir COVID-19: Masyarakat yang dapat izin perjalanan harus karantina lima hari
09 April 2021 14:02 WIB, 2021
Satgas COVID-19: Tren kasus harian menurun bukan berarti testing rendah
02 April 2021 8:56 WIB, 2021
Jubir Satgas minta pemda tindak tegas masyarakat pelanggar prokes COVID-19
17 November 2020 17:38 WIB, 2020