Jayapura (ANTARA) - Direktur RSUD Jayapura dr.Anthon Mote menyatakan RSUD Jayapura siap menangani bila terjadi kasus penyakit baru usai meredanya kasus COVID-19.

"Dari hasil penelusuran baik rawat jalan dan nginap ada beberapa kasus yang dialami anak-anak yang saat ini ditangani dokter spesialis yang ada di ,SUD Jayapura. Namun, hingga kini belum ada laporan tentang kasus penyakit hepatitis tanpa diagnosa, kata dr Anton Mote di Jayapura, Jumat.
 
Dikatakannya, kasus penyakit baru yang ditangani dokter di RSUD Jayapura terutama menimpa anak-anak adalah kolestasis.
 
Penyakit itu sebelumnya lebih banyak menyerang orang dewasa tetapi saat ini sudah ada anak yang terkena kolestasis dengan suspek atresia bilier atau penyumbatan pada empedu.
 
Kasusnya ditangani dokter spesialis anak, konsultan tropik dan infeksi yang dimiliki RSUD Jayapura, kata dr. Mote.
 
dr. Mote mengaku, RSUD Jayapura yang merupakan rumah sakit rujukan type B di Papua memiliki 63 dokter spesialis dan enam diantaranya dokter spesialis anak.
 
Tempat tidur yang dimiliki sekitar 300 tempat tidur, jelas Direktur RSUD Jayapura dr Anton Mote.
 
Sementara itu Kepala Balitbangkes Jayapura dr. Anton Oktavian secara terpisah mengaku untuk hepatitis akut memang sudah ada sosialisasi dari Kemenkes.
 
"Kami sedang menyiapkan reagen untuk pemeriksaan skrining awal, sedangkan untuk diagnosis lanjutan, sementara ini harus dikirim ke Jakarta, " jelas dr. Anton Oktavian.

 

Pewarta : Evarukdijati
Editor : Muhsidin
Copyright © ANTARA 2024