Jayapura (ANTARA) - Pangdam XVII/Cenderawasih Mayor Jenderal TNI Izak Pangemanan menyebut sejumlah kampung atau distrik di Kabupaten Nduga, Provinsi Papua Tengah, saat ini dalam keadaan kosong ditinggal warganya mengungsi karena takut gangguan kelompok kriminal bersenjata.

"Warga takut karena adanya gangguan KKB di kampungnya hingga mereka mengungsi ke Kenyam, Ibu Kota Kabupaten Nduga; ke Timika, Kabupaten Mimika; dan Wamena, Kabupaten Jayawijaya," jelas Pangdam di Jayapura, Jumat.

Dari laporan yang diterimanya, lanjut Pangdam, kampung atau distrik yang kosong ditinggal warganya mengungsi, di antaranya Kampung Mapenduma, Paro, Yal, Dal, dan Mugi.

Keberadaan warga yang mengungsi itu sudah didata sehingga saat pencoblosan pemilu nanti mereka tetap dapat menyalurkan hak pilih di TPS yang ada di lokasi pengungsiannya.

Saat ini wilayah tersebut relatif aman, namun prajurit tetap diminta waspada dan bersiaga.

"Prajurit dalam melaksanakan tugas harus senantiasa siaga dan waspada serta tidak boleh lengah," tegas Pangdam.

Mengenai upaya pembebasan sandera berkebangsaan Selandia Baru yang hingga kini masih ditawan KKB pimpinan Egianus Kogoya, Pangdam mengatakan upaya pembebasan masih terus dilakukan.

"Upaya pembebasan masih terus dilakukan dengan mengedepankan Pemda Nduga dan berharap dapat segera dibebaskan. Apalagi tanggal 7 Februari nanti tepat setahun Phillip Mehrtens yang berprofesi sebagai pilot Susi Air disandera," ujarnya.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Pangdam: Kampung di Nduga kosong ditinggal warganya mengungsi

Pewarta : Evarukdijati
Editor : Muhsidin
Copyright © ANTARA 2024