
Pemkot Jayapura luncurkan program afirmasi pendidikan menengah

"Dari 70 siswa peserta program afirmasi itu, sebanyak 20 orang jenjang SMA dan 50 orang jenjang SMP," kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Jayapura Robert John Betaubun.
Jayapura (Antara Papua) - Pemerintah Kota Jayapura, Provinsi Papua, meluncurkan program afirmasi pendidikan menengah khusus bidang studi eksata, guna meningkatkan kompetensi siswa khususnya putra-putri asli Papua.
"Dari 70 siswa peserta program afirmasi itu, sebanyak 20 orang jenjang SMA dan 50 orang jenjang SMP," kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Jayapura Robert John Betaubun, saat peluncuran Program Afirmasi khusus kelas eksata untuk siswa asli Jayapura/Port Numbay, di Jayapura, Jumat.
Program afirmasi itu menyerupai program afirmasi pendidikan menengah (Adem) yang dicanangkan Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah Kemdikbud sejak 2013, yang diawali untuk siswa-siswi Papua dan Papua Barat.
Kembidbud memberikan kesempatan kepada 500 siswa dari Provinsi Papua dan Papua Barat untuk menempuh pendidikan menengah di luar tanah Papua, pada 2013 yang dilanjutkan pada 2014 dengan jumlah peserta juga sebanyak 500 orang.
Program afirmasi yang dicanangkan Pemkot Jayapura tidak di luar Papua, atau hanya di wilayah Kota Jayapura.
Pelaksananya juga bukan Kemdikbud, tetapi Dinas Pendidikan Kota Jayapura.
Robert mengatakan, program afirmasi itu diharapkan dapat membantu mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang memiliki kemampuan di bidang eksata.
Afirmasi bertujuan membina dan mengevaluasi serta meningkatkan kompetensi para siswa khusus dibidang eksata, yakni matematika, fisika, kimia, biologi dan bahasa inggris.
"Ini merupakan program yang pertama kali baru dilakukan oleh dinas pendidikan," ujarnya.
Untuk mendukung pelaksanaan kegiatan afirmasi pendidikan menengah itu, Pemerintah Kota Jayapura pada 2014 menyiapkan dana bantuan afirmasi pendidikan.
"Diharapkan para siswa memiliki kemampuan khusus sesuai materi yang diberikan," ujarnya.
Dia mengatakan, para siswa yang direkrut untuk mengikuti program khusus itu adalah mereka yang berada pada peringkat atas dalam kelas saat ulangan/ujian.
Proses belajar para siswa peserta afirmasi pendidikan menengah itu dibagi per klaster, misalnya para siswa yang berdomisili di wilayah Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, akan belajar atau mengikuti program afirmasi di sekolah yang ada didaerah itu.
Demikian juga dengan siswa yang berada di kawasan Kota Abepura, Distrik Jayapura Selatan dan Distrik Jayapura Utara.
"Nanti guru-guru yang dipersiapkan yang akan datang ke sekolah yang ditugaskan untuk menyampaikan materi. Proses belajar mengajar khusus di bidang eksata ini akan berlangsung selama lima bulan," ujarnya.
Ia menyebut guru pembina yang dipersiapkan untuk menyampaikan materi dalam program belajar khusus tersebut sebanyak 21 orang, dengan rincian guru pembina untuk tingkat SMA sebanyak lima orang dan guru pembina untuk tingkat SMP sebanyak 16 orang. (*)
Pewarta : Pewarta: Musa Abubar
Editor:
Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
