Merauke (Antara Papua) - Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) akan menggandeng seluruh perguruan tinggi (PT) di Provinsi Papua dan Papua Barat untuk mencegah kerusakan lingkungan.
"Jadi, seluruh perguruan tinggi di Papua akan dilibatkan dalam program kerja sama pencegahan kerusakan lingkungan," kata Deputi Bidang Kerusakan Lingkungan Hidup dan Perubahan Iklim Kementerian LH Arief Yuwono di Merauke, Papua, Jumat.
Arief dan sejumlah pejabat KLH berada di Merauke selama dua hari, guna menyosialisasikan peraturan perundangan lingkungan hidup guna meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang implementasi perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup di Tanah Papua.
Pertemuan sosialisasi itu dihadiri anggota DPRD, Muspida, Kepala Badan dan Kepala Kantor LH, Kepala Biro Hukum, Tim Penggerak PKK, tokoh adat dan agama, pengusaha, LSM dan Perwakilan Pramuka kabupaten/kota se-Papua dan Papua Barat.
Setelah pertemuan sosialisasi dan bimbingan teknis terkait lingkungan hidup itu, dilanjutkan dengan kuliah umum di Kampus Universitas Musamus, di Merauke.
Sebelum kuliah umum digelar, terlebih dahulu dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara KLH dengan Universitas Musamus.
Arief mewakili Menteri Lingkungan Hidup Balthasar Kambuaya untuk menandatangani Mou tersebut, sementara Universitas Musamus yang berstatus perguruan tinggi negeri itu langsung ditandatangani oleh rektornya Philipus Betaubun.
Arief mengatakan, MoU KLH dengan Universitas Musamus itu merupakan bagian dari upaya bersama mengurangi atau mengatasi kerusakan di kawasan pesisir Papua, yang ternyata sudah terjadi intrusi air laut atau menyusupnya air laut ke dalam pori-pori batuan dan mencemari air tanah yang terkandung di dalamnya.
Dampak yang ditimbulkan oleh intrusi air laut, terutama dampak negatif atau yang merugikan seperti terjadinya penurunan kualitas air tanah untuk kebutuhan manusia, amblesnya tanah karena pengekploitasian air tanah secara berlebihan.
"Kami tahu kemampuan perguruan tinggi dan komitmen pemda di Merauke bisa menjadi modal dasar, karena mengatasi lingkungan bukan bicara uang yang banyak, tapi sebetulnya merupakan gabungan uang dengan komitmen serta sinergitas satu sama lain," ujarnya.
Menurut dia, KLH menilai Universitas Musamus bisa menjadi model untuk dikuti oleh perguruan tinggi lainnya, dan tentunya akan ada kerja sama dengan KLH.
"Jadi, nanti seluruh perguruan tinggi di Papua dilibatkan dalam kerja sama pencegahan kerusakan lingkungan. Kita sudah mulai dengan Universitas Musamus, dan KLH akan buat rencana aksi atas kesepakatan kemarin itu," ujarnya.
Kerja sama lainnya, kata Arief, dapat berupa kompetensi edukasi, riset dan teknologi.
Universitas Musamus yang telah menandatangani MoU dengan Universitas KLH, akan menentukan jenis kerja sama yang dapat direalisasi.
"Kita pahami bahwa Universitas Musamus seringkali melakukan penelitian di bidang lingkungan, dan kegiatan lainnya yang spesifik sesuai ekosistem di Merauke, itu semua bisa dikerjasamakaan dengan KLH," ujarnya. (*)

