Logo Header Antaranews Papua

Kodam Cenderawasih dukung program swasembada pangan di Papua

Jumat, 16 Januari 2015 00:11 WIB
Image Print
Pangdam Cenderawasih Mayjen TNI Fransen G Siahaan. (Foto: Antara Papua/Anwar)
"Kami siap mensukseskan program pemerintah untuk untuk swasembada pangan di Provinsi Papua," kata Fransen.

Jayapura (Antara Papua) - Panglima Komando Daerah Militer (Kodam) XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Fransen G Siahaan menyatakan, mendukung program swasembada pangan yang diusung oleh Kementerian Pertanian (Kemtan) di Provinsi Papua.

"Kami siap mensukseskan program pemerintah untuk untuk swasembada pangan di Provinsi Papua," kata Fransen di Kota Jayapura, Papua, Kamis malam.

Ia mengatakan, dukungan itu telah disampaikan kepada tim dari Kementerian Pertanian yang di ketuai oleh Kepala Pusat Latihan Pertanian Kemtan Surahman beserta rombongan, saat beruadiensi dengannya di ruang Cyloop Makodam, Bukit Polimak III, Distrik Jayapura Selatan, pada Kamis siang.

Pada kesempatan itu, kata Fransen, ia memberikan sedikit gambaran tentang kondisi wilayah Papua yang masih rawan pangan, maka sangat tepat apabila Papua dijadikan "leading" sektor pengembangan pertanian agar dapat menjadi daerah swasembada pangan.

"Tim Kementan, meminta agar prajurit Kodam Cenderawasih mendukung program swasembada pangan, dan saya menyatakan siap, dan memberikan paparan kepada mereka tentang keadaan Papua," katanya.

Program swasembada pangan di wilayah Papua, kata Fransen, sejalan dengan visi dan misinya untuk turut mensejahterakan masyarakat Papua dengan program teritorial.

"Secara teknis bantuan yang akan diberikan Kodam XVII/Cenderawasih yakni mengerahkan Bintara Pembina Desa (Babinsa) untuk menjadi pendamping dalam membantu membina masyarakat menjadi petani-petani yang handal serta bekerjasama dengan penyuluh pertanian di tingkat desa/kampung," katanya.

Fransen mengungkapkan, materi yang dipaparkan pada tim kerja Kementrian Pertanian antara lain, tentang kondisi alam Papua yang masih belum tersentuh pembangunan khususnya irigasi.

Kini, masih banyak sawah di wilayah Papua yang mengandalkan sawah tadah hujan, namun ketika tiba musim kemarau lahan pertanian atau sawah-sawah di Papua akan menjadi kering dan membutuhkan pompa air untuk mengairinya.

Untuk itu diharapkan kondisi seperti itu menjadi pertimbangan khusus agar program swasembada dapat tercapai sesuai yang diharapkan.

"Selain itu masalah pupuk yang datang terlambat karena transportasi yang sulit merupakan permasalahan yang paling sering dihadapi petani, sebab dengan terlambatnya pupuk maka panen dapat terancam gagal," kata Mayjen Fransen.

Sementara itu, Kepala Pusat Latihan Pertanian Kemtan Surahman, mengharapkan Pangdam XVII/ Cenderawasih memberikan kesempatan kepada mereka untuk melatih para Babinsa yang ada di wilayah Papua dalam bidang pertanian.

Kemtan, kata Surahman, menyadari masih terbatasnya jumlah penyuluh pertanian di tingkat desa menjadi penghalang nyata dalam suksesnya swasembada pangan di Papua.

"Diharapkan dengan adanya pelatihan pertanian, para Babinsa dapat melatih masyarakat menjadi petani yang handal dan sukses bertani," katanya.

Surahman juga menjelaskan bahwa dalam audiens itu pihaknya memberikan gambaran berbagai metode yang akan dilakukan dalam menggapai keberhasilan swasembada pangan di Provinsi Papua.

"Jadi, ada lima wilayah yang akan dijadikan leading sektor swasembada pangan, diantaranya adalah Kabupaten Jayapura, Kabupaten Merauke, Kabupaten Nabire, Kabupaten Waropen, dan Kabupaten Mimika," katanya. (*)



Pewarta :
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026