
Pemprov Papua targetkan kebutuhan beras terpenuhi di 2016

"Dari tahun ke tahun luas areal panen padi di Kabupaten Merauke terus bertambah, tahun lalu 39.183 hektare, tahun ini kita tambah menjadi 42.450 hektare, dan tahun depan luasnya bisa menjadi 51.984 hektare," ungkap Samuel Siriwa.
Jayapura (Antara Papua) - Pemerintah Provinsi Papua menargetkan kebutuhan beras pegawai negeri sipil (PNS), TNI, polri, dan beras untuk keluarga miskin (raskin) akan dapat terpenuhi pada 2016, seiring dengan terus bertambahnya luas areal panen padi di Kabupaten Merauke.
"Dari tahun ke tahun luas areal panen padi di Kabupaten Merauke terus bertambah, tahun lalu 39.183 hektare, tahun ini kita tambah menjadi 42.450 hektare, dan tahun depan luasnya bisa menjadi 51.984 hektare," ungkap Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Papua Samuel Siriwa di Jayapura, Kamis.
Ia mengatakan, kini kebutuhan beras PNS, TNI dan Polri di Papua mencapai 45.141 ton, sedangkan raskin angkanya 82.217 ton, dan kebutuhan publik di Merauke 26.669 ton, jadi total kebutuhan sebesar 154.027 ton.
Bila skenario yang telah dibuat pemerintah daerah berjalan baik, maka ia meyakini hasil produksi padi dari Kabupaten Merauk saja sudah bisa melampaui kebutuhan yang ada.
"Jadi dari beras ini kita optimis 2016 bisa tercapai untuk memenuhi kebutuhan PNS, TNI, Polri, publik Merauke dan raskin Papua. Bahkan kita bisa over kuota hingga 1.405 ton karena prediksi kita total hasil panen tahun depan akan sebesar 155.432 ton," tuturnya.
Angka tersebut, ucap Siriwa, masih bisa bertambah bila hasil produksi padi di Kabupaten selain Merauke ikut dihitung, bahkan Bulog sudah mulai membeli beras dari Kabupaten Nabire.
"itu kita belum hitung produksi beras di kabupaten Nabire yang Bulog sendiri sudah membeli dari sana, ditambah ada tambahan dari Kabupaten Jayapura," ujarnya.
Sampai Maret 2015, sasaran luas tanam di Merauke pada 2015 mencapai 42 ribu hektare.
Siriwa menyebut, yang sudah ditanam untuk musim tanam pertama sesuai data yang sudah masuk di Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura, sebanyak 23.450 hektare dan angka tersebut kemungkinan besar masih akan bertambah.
"Tapi disampaikan bahwa masih ada kampung dan distrik yang belum melaporkan hasil tanamnya, sehingga prediksi luas tanam untuk musim tanam dari Januari sampai Maret ini itu bisa teralisir sekitar 25 ribu hektar, atau angka pastinya 25.750 hektar," imbuhnya.
Sisa seluas 17 ribu hektar lahan yang belum ditanami, kata Siriwa, akan ditanam pada bulan ini ketika sudah memasuki musim kemarau.
Bila semua skenario tersebut bisa terealisasi, Siriwa mengaku pihaknya masih menemui kendala pada masalah transportasi.
"Hanya nanti persoalannya adalah distribusi untuk wilayah utara dan pegunungan, itu butuh transportasi udara dan laut yang harus memutar jauh. Nanti akan kita bicarakan dengan teman-teman dari Dinas Perhubungan dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan untuk mencari solusinya," tuturnya. (*)
Pewarta : Pewarta: Dhias Suwandi
Editor:
Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
