
SMAN 1 Sentani gelar halal bihalal

"Jadi, dalam kegiatan hala bihalal ini kami mengangkat tema 'memahami makna silahturahmi untuk meningkatkan hubungan sesama manusia dengan mengahrgai perbedaan untuk sebuah kebersamaan' dengan tujuan yang sama bahwa perbedaan itu indah,"
Sentani (Antara Papua) - Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) I Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua menggelar halal bihalal guna memupuk rasa kebersamaan sesama umat beragama khsususnya di lingkungan pelajar di sekolah itu.
Kegiatan halal bihalal itu dilaksanakan di aula SMA Negeri I Sentani, pada Rabu pagi yang dihadiri oleh tamu undangan, diantaranya pimpinan TNI dan Polri, pejabat dari Pemkab Jayapura, tokoh agama, tokoh masyarakat dan seluruh siswa dari sekolah tersebut.
"Jadi, dalam kegiatan hala bihalal ini kami mengangkat tema 'memahami makna silahturahmi untuk meningkatkan hubungan sesama manusia dengan mengahrgai perbedaan untuk sebuah kebersamaan' dengan tujuan yang sama bahwa perbedaan itu indah," kata Kepala Sekolah SMAN 1 Sentani, Agnes Mambieuw disela-sela kegiatan.
Ia mengatakan tujuan digelarnya kegiatan halal bihalal disekolah yang dipimpinnya itu, untuk menghilangkan berbagai perbedaan di kalangan pelajar khususnya di sekolah SMAN 1 Sentani.
Karena perbedaan tidak bisa dijadikan alasan untuk saling membenci tetapi, dijadikan sebagai alat pemersatu untuk membangun talisilahturahmi diantara sesama.
"Jika perbedaan itu tidak dijadikan sebagai satu permasalahan maka kebersamaan dalam keseharian kita disekolah ini tidak akan tercapai sebab disekolah ini terdiri dari berbagai agama, suku dan ras yang berbeda. Sehingga saya sebagai kepala sekolah, sangat berharap semua siswa-siswi disekolah ini bisa terus memegang teguh kebersamaan," harapnya.
Selain itu, lanjut perempuan yang juga aktif dalam Gabungan Organisasi Wanita itu, mengemukakan kebersamaan bukan hanya diharuskan antarsesama pelajar saja tetapi antara guru dan pelajar serta guru dan orang tua/wali.
"Kami juga memohon maaf jika ada tutur kata atau keselahan yang kami lakukan selama ini, baik kepada orang tua murid maupun kepada pihak terkait lainya karena kami hanyalah manusia biasa yang tak luput dari salah," katanya.
Mengenai keterlambatan kegiatan halal bihalal tersebut, Agnes menjelaskan jika rencana awal digelarnya halal bihalal itu usai libur Lebaran namun karena ada beberapa halangan, sehingga baru bisa dilaksanakan pada hari ini.
"Kemarin, saya mengalami kedukaan atas meninggalnya suami saya. Oleh karena itu, semuanya baru bisa terlaksana saat ini. Tapi, itu semua tidak mengurangi makna atau arti penting dari halal bihal sekolah kami," jawabnya.(*)
Pewarta : Pewarta: Jems Laiyang
Editor:
Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
