Logo Header Antaranews Papua

Dandim imbau warga Merauke tidak bakar hutan

Rabu, 21 Oktober 2015 19:56 WIB
Image Print
Kondisi penanganan titik api di Merauke, Papua. (Foto: Istimewa/Pendam XVII Cenderawasih)
"Dandim Merauke Letkol Inf I Made Alit Yudana telah memerintahkan kepada para Danramil yang ada di wilayah Merauke dan Mappi agar berkoordinasi dengan kepolisian dan pemangku kepentingan setempat guna memantau titik api," kata Kolonel Teguh.

Jayapura (Antara Papua) - Komandan Kodaim (Dandim) 1707/Merauke Letnan Kolonel Inf I Made Alit Yudana mengimbau warga setempat agar tidak membuka atau memperluas lahan dengan cara membakar karena menimbulkan kabut asap.

"Dandim Merauke Letkol Inf I Made Alit Yudana telah memerintahkan kepada para Danramil yang ada di wilayah Merauke dan Mappi agar berkoordinasi dengan kepolisian dan pemangku kepentingan setempat agar bantu pantau titik api," kata Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII/Cenderawasih Kolonel Inf Teguh PR di Kota Jayapura, Papua, Rabu.

Menurut dia, perkembangan titik api di Kampung Bade, Distrik Edera, Kabupaten Mappi dan Kabupaten Merauke hingga kini mulai melebar dibandingkan beberapa hari sebelumnya.

Berdasarkan data dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pusat, tanggal 18 Oktober 2015, hanya 52 titik api yang terdeteksi namun pada tanggal 21 Oktober 2015 sudah mencapai 117 titik api dengan lokasi di Kabupaten Mappi dan 346 titik api di Kabupaten Merauke, lalu ditambah 10 titik api di Distrik Edera, Kampung Bade, Kabupaten Mappi.

Untuk mengatasi dan mengantisipasi serta memadamkan api supaya hotspot tidak bertambah terus, Dandim Merauke, kata Teguh, telah memerintahkan kepada para Danramil di Kabupaten Merauk dan Kabupaten Mappi agar segera mengkoordinasikan dan bekerja sama dengan aparat Polres dan Pemda.

"Koordinasi dengan Kadistrik, Kapolsek, Tomas, dan Ketua LMA Distrik agar melaksanakan patroli pemadaman kebakaran bersama-sama dengan masyarakat, serta menyampaikan kepada masyarakat setempat agar tidak boleh melakukan perluasan lahan dengan cara pembakaran alang-alang atau hutan karena hal tersebut akan mengakibatkan dampak negatif," katanya.

Selain itu, kata Teguh, para Danramil/Danpos Ramil segera melaporkan setiap perkembangan situasi yang terjadi di wilayah masing-masing berkaitan tentang kebakaran alang-alang atau hutan.

"Koordinasi dengan aparat Polres, agar menghentikan dan mengambil tindakan hukum kepada masyarakat yang dengan sengaja membakar hutan. Kita ketahui bersama bahwa di Papua dan Papua Barat sekarang sudah terjadi bencana asap dikarenakan banyaknya kebakaran di hutan yang menimbulkan asap tebal," katanta.

Hal ini, kata Teguh, sangat berbahaya bagi kesehatan manusia serta menganggu penerbangan di sejumlah tempat di wilayah Papua dan Papua Barat.

Sehingga kegiatan patroli yang dilakukan aparat dalam upaya pemadaman kebakaran seperti di Kabupaten Mappi melibatkan dari anggota Koramil berjumlah 15 personil, Polres 15 personil, pos Yalet 8 personil, Brimob 10 personil dan Masyarakat 60 orang.

"Serta di Distrik Bade, melibatkan 45 personil baik TNI dan POLRI dan masyarakat berjumlah 50 orang. Untuk sementara waktu perkembangan titik api kebakaran hutan masih dalam penanganan serius dalam upaya pemadaman yang dilakukan aparat setempat dan masyarakat, katanta.

Sedangkan dari TNI sendiri, kata Teguh, sudah menerjunkan personilnya sekitar 1000 orang untuk membantu mengatasi pemadaman kebakaran lahan dan hutan. (*)



Pewarta :
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026