
Gubernur Papua luncurkan buku "Melawan Badai Kepunahan"

"Kini kita sudah menuju ke tahap kemandirian, kita juga sudah menuju tahap kebangkitan termasuk kebangkitan dari Dinas Kesehatan ini, ke depan kita menuju ke kemandirian," kata Lukas Enembe.
Jayapura (Antara Papua) - Gubernur Papua Lukas Enembe meluncurkan buku berjudul "Melawan Badai Kepunahan, Gebrakan Papua sehat menuju Papua bangkit, mandiri dan sejahtera," yang ditulis oleh Kepala Dinas Kesehatan Papua drg Aloysius Giyai.
Dalam sambutannya di Gedung Auditorium Universitas Cenderawasih Jayapura, Selasa, gubernur mengatakan, dalam visi-misi Gubernur dan Wakil Gubernur yakni "Papua Bangkit, Mandiri dan Sejahtera" kini sudah menuju ke tahap kemandirian.
"Kini kita sudah menuju ke tahap kemandirian, kita juga sudah menuju tahap kebangkitan termasuk kebangkitan dari Dinas Kesehatan ini, ke depan kita menuju ke kemandirian," kata Lukas di sela-sela peluncuran.
Menurut dia, Papua akan menuju kemandirian di tahun-tahun mendatang karena Pemerintah Provinsi Papua, dalam hal ini Dinas Kesehatan Papua sudah mengawal visi dan Misi Gubernur dan kebijakan-kebijakan strategis yang intinya bagaimana meningkatkan empat bidang kedepan.
Keempat bidang tersebut yakni bidang pendidikan, bidang kesehatan, bidang ekonomi dan infrastruktur menjadi terpenting dan menjadi prioritas dan kini dilakukan.
"Otonomi khusus mengamanatkan untuk melaksanakan keempat bidang tersebut," ujarnya.
Gubernur Lukas mengatakan tahun pertama dan kedua pihaknya sudah menyepakati bersama dan merumuskan berbagai kebijakan pemerintah salah satu di antaranya adalah bidang kesehatan.
"Kita juga sepakat bahwa bidang kesehatan menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Papua," katanya.
Menurut dia, sebelumnya otonomi khusus di Provinsi Papua belum punya regulasi yang kuat untuk distribusi anggaran terutama di empat bidang itu.
"Terapi tahun kedua kita sudah tetapkan bidang kesehatan bahwa paling sedikit 15 persen untuk kesehatan dari anggaran Otsus," ujarnya.
Kemudian, kata dia, alokasi anggaran otonomi khusus untuk bidang pendidikan 10 persen, bidang ekonomi 20 persen dari anggaran otonomi khusus dan kini para kepala dinas sedang menerjamakan apa yang sudah disekapakati bersama.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Papua drg Aloysius Giyai mengatakan, di tengah tuntutan tugas dan tanggungjawab sebagai Kepala Dinas Kesehatan Papua dan Direktur Eksekutif Unit Percepatan Pembangunan Kesehatan Papua (UP2KP), serta Plt. Direktur Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Abepura sejak Agustus 2014 hingga saat ini, kecintaan pada hoby barunya yakni menulis terus ia tekuni.
"Bagi saya, menulis adalah nutrisi bagi otak dan jiwa untuk lebih kreatif, sistematis dan teoretis dalam menuangkan gagasan, mimpi dan cita-cita sekaligus menulis sejarah atas karya dan pijakan evaluasi terhadap semua yang sudah dilakukan," katanya.
"Saya menyadari bahwa di tengah kepungan industri media digital, buku masih menjadi media yang tetap diminati pembaca di Papua dan Indonesia," katanya.
Untuk itu, sejak awal 2014, dia mengajak beberapa wartawan yang juga bekerja di Bidang Publikasi dan Dokumentasi UP2KP dan sejumlah staf dokter di Dinas Kesehatan Papua, guna merancang penerbitan buku baru yang berjudul "Melawan Badai Kepunahan, gebrakan Papua sehat menuju Papua bangkit, mandiri dan sejahtera," yang kini diluncurkan Gubernur Papua Lukas Enembe. (*)
Pewarta : Pewarta: Musa Abubar
Editor:
Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
