Logo Header Antaranews Papua

Jayapura lengkapi pelayanan publik dengan kotak pengaduan

Senin, 6 Juni 2016 13:56 WIB
Image Print
Wali Kota Jayapura Benhur Tommy Mano menunjukan piagam penghargaan yang diterimanya dari BKPM sebagai penyelenggara PTSP terbaik se-Papua. (Foto: Antara Papua/Dhias Suwandi)
Saya minta BPPTSP dan Dispenda buka kotak pengaduan masyarakat. Bapak-bapak tulis saja keluhannya, kotak itu saya akan buka sendiri.

Jayapura (Antara Papua) - Wali Kota Jayapura Benhur Tommy Mano meminta setiap lokasi pelayanan publik milik pemerintah dilengkapi dengan kotak pengaduan sehingga keluhan masyarakat dapat ditampung dan ditindaklanjuti dengan baik.

"Saya minta BPPTSP dan Dispenda buka kotak pengaduan masyarakat. Bapak-bapak tulis saja keluhannya, kotak itu saya akan buka sendiri," ujar Benhur Tommy Mano di Jayapura, Senin.

Ia juga mengharuskan agar semua instansi yang langsung bersentuhan dengan masyarakat, memiliki standar layanan serta indikator kepuasan masyarakat.

"Semua pelayanan harus ada SOP dan SPM. Dan mereka harus dapat mengukur indeks pelayanan mereka," katanya.

Mano juga menginginkan agar setiap petugas fungsional yang selalu berhubungan dengan masyarakat dapat terus meningkatkan kompetensinya. "Maka itu aparat harus punya kompetensi yang baik dan juga harus memiliki kualitas dan bekerja profesional serta transparan," ujarnya lagi.

Diungkapkannya terkadang ia sendiri kerap turun langsung ke lapangan untuk mengetahui apakah layanan yang diberikan kepada masyarakat sesuai standar atau tidak.

"Kadang-kadang saya sidak ke BPPTSP ada yang tidak kenal saya, saya ingin lihat apakah ada loket yang kosong. BPPTSP harus terus menigkatkan pelayanan dan integritasnya dalam bekerja. Semua harus transparan berdasarkan aturan," kata Mano.

Sebelumnya, ia menekankan Kota Jayapura sangat mengandalkan sektor perdagangan dan jasa dalam mengumpulkan pendapatan asili daerah (PAD). Hal itu karena tidak adanya sumber daya alam yang memadai untuk dijadikan sumber pemasukan daerah.

"Kota ini tidak punya sumber daya alam, kita tidak sama dengan Mimika dan Merauke, kita hanya bergerak di sektor jasa dan perdagangan sehingga tren PAD kita terus naik," kata dia. (*)



Pewarta :
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026