Logo Header Antaranews Papua

Kodam Cenderawasih-BNN gelar penyuluhan narkoba kepada pelajar

Selasa, 19 Juli 2016 14:22 WIB
Image Print
Penyuluhan bahaya narkoba kepada pelajar SD Kartika di aula Tony A Rompis di Makodam, Bukit Polimak, Kota Jayapura, Selasa (19/7). Foto: Istimewa/Pendam Cenderawasih)
Narkoba merupakan pembunuh massal. Sebab, dampak dari penggunaannya sangat fatal karena kerusakan yang ditimbulkannya permanen. Hal ini sesuai hasil penelitian pihak medis, bukan hanya katanya atau slogan saja, sehingga perlu kita lakukan penyuluhan

Jayapura (Antara Papua) - Komando Daerah Militer (Kodam) XVII/Cenderawasih menggandeng Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Papua menggelar penyuluhan tentang bahaya narkoba kepada pelajar SD Kartika di aula Tony A Rompis di Makodam, Bukit Polimak, Kota Jayapura, Selasa.

Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII/Cenderawasih Kolonel Inf Teguh PR mengatakan Indonesia kini sudah masuk kategori darurat narkoba, sebab sekarang barang haram tersebut sudah merambah ke seluruh lapisan masyarakat bahkan sudah menggerogoti kepada aparat pemerintahnya.

"Narkoba merupakan pembunuh massal. Sebab, dampak dari penggunaannya sangat fatal karena kerusakan yang ditimbulkannya permanen. Hal ini sesuai hasil penelitian pihak medis, bukan hanya katanya atau slogan saja, sehingga perlu kita lakukan penyuluhan kepada pelajar," katanya.

Kategori paling banyak pengguna narkoba saat ini didominasi oleh kaum generasi muda yang bisa ditemui mulai dari tingkat bawah hingga atas, bahkan dikabarkan saat ini para bandar narkotika sudah menyusup hingga ke tingkat Taman Kanak-kanak.

"Sebab, pada usia muda seperti inilah emosi mereka kurang terkontrol, sehingga mereka sangat mudah untuk dipengaruhi dan para bandar narkoba telah mendoktrin dan memberikan hegemoni kepada kaula muda untuk selalu menggunakannya. Disamping itu mengapa mereka menggunakan narkoba, karena merasa tidak gaul kalau tidak memakai narkoba," katanya.

Menurut dia, itu ungkapan yang sangat salah dan perlu diluruskan sehingga tidak merembet pada generasi muda lainnya.

"Ini ancaman serius, negara sudah diserang oleh pihak luar dengan menghancurkan generasi mudanya. Dan ini perlu penanganan yang sangat serius oleh pemerintah, kalau tidak masa depan negara ini hancur berantakan karena generasi muda penerus bangsanya sudah dihancurkan lebih dahulu," katanya.

Melihat kondisi seperti itu, sehingga Kodam XVII/Cenderawasih melakukan upaya pencegahan terhadap generasi muda dan anak-anak sekolah dari bahaya narkoba dengan cara melakukan penyuluhan tentang bahaya narkoba kepada 115 siswa dan siswi SD Kartika.

"Dengan mendatangkan penceramah dari BNN Provinsi Papua Ibu Nurjanah dan Ibu Ratih. Hal ini dikarenakan peredaran gelap Narkotika saat ini sudah merambah keseluruh wilayah baik di kota maupun di kampung, bahkan ditempat terpencil, dan yang menjadi korban adalah seluruh lapisan masyarakat dengan berbagai strata sosial termasuk kalangan pelajar dan siswa sekolah," kata Teguh.

Sementara itu, Kepala Sekolah SD Kartika, Suparlan Spd menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kodam XVII/Cenderawasih yang telah membantu dengan memberikan fasilitas penyuluhan tentang narkoba kepada anak-anak didiknya.

"Saya ucapkan terima kasih kepada TNI, khususnya Kodam Cenderawasih yang sangat peduli kepada generasi muda terutama anak-anak sekolah dengan memberikan penyuluhan narkoba. Karena di semua lini sekarang ini sudah dimasuki narkoba, apakah di pesantren, sekolah, lingkungan aparatur pemerintah dan yang lain-lain," katanya.

Oleh karena, Suparlan mengajak agar para orang tua dan pemangku kepentingan untuk merapatkan barisan bersama-sama bersatu padu untuk menyatakan perang terhadap narkoba, karena tentunya sebagai anak bangsa masih menaruh harapan besar kepada generasi muda untuk melanjutkan cita-cita bangsa Indonesia.

"Mari ciptakan lingkungan yang bersih dari narkoba, hidup sehat tanpa narkoba, waspada dan hindari narkoba serta jangan sekali-kali terbesit untuk mencoba narkoba. Mari bergandengan tangan, bahu membahu memerangi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba, sehingga terbebas dari ancaman bahaya narkoba," ajaknya. (*)



Pewarta :
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026