
BPJS Kesehatan dorong pelajar terapkan hidup sehat

Mari kita bayangkan. Jika ada satu orang peserta JKN-KIS melakukan operasi jantung dengan biaya Rp160 juta rupiah, dengan iuran rata-rata Rp51.000,- maka diperlukan sebanyak 3.737 orang peserta JKN-KIS yang sehat dan membayar iuran.
Jayapura (Antara Papua) - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan mengajak para pelajar agar menerapkan pola hidup sehat di lingkungannya.
General Manager BPJS Kesehatan, Benjamin Saut di Jayapura, Jumat, mengatakan, promosi hidup sehat kepada generasi muda harus dilakukan sejak dini sehingga diharapkan para pelajar SMP dapat terhindar dari risiko buruk akibat hidup tak sehat.
Terlebih usia 10-19 tahun termasuk kategori usia terbanyak dari total jumlah penduduk Indonesia.
"Kegiatan tersebut ditargetkan kepada sejumlah pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) di wilayah tersebut, sebab periode usia remaja tersebut merupakan masa yang paling rentan dan memiliki risiko yang cukup besar terpengaruh lingkungannya," katanya.
Ia mengatakan, tujuannya untuk mengedukasi anak sejak dini tentang pentingnya pola hidup sehat.
"Tahun 2015 sebanyak Rp16.9 triliun atau 29.67 persen dana jaminan kesehatan terserap untuk membiayai penyakit katastropik seperti penyakit jantung, gagal ginjal, kanker, stroke dan sebagainya," katanya.
Penyakit katastropik cenderung terjadi karena faktor kebiasaan perilaku hidup tidak sehat, seperti merokok, makanan tidak sehat, kurang olahraga dan sebagainya
Selain edukasi tentang pola hidup sehat, BPJS Kesehatan "Goes to School" tersebut juga diharapkan dapat membentuk serta meningkatkan rasa kepedulian, kerelaan membantu sesama, dan gotong royong dalam diri para pelajar, terutama dalam hal pelaksanaan program jaminan kesehatan di Indonesia.
"Mari kita bayangkan. Jika ada satu orang peserta JKN-KIS melakukan operasi jantung dengan biaya Rp160 juta rupiah, dengan iuran rata-rata Rp51.000,- maka diperlukan sebanyak 3.737 orang peserta JKN-KIS yang sehat dan membayar iuran," katanya.
"Jika hanya peserta yang sakit saja yang membayar iuran dan tidak membayar iuran lagi ketika sudah sehat, darimana bisa membayar biaya pelayanan kesehatan peserta lainnya yang membutuhkan?," ujar Benjamin.
Karena itu, peran generasi muda dalam mengawal kelangsungan program JKN-KIS di Indonesia sangat besar.
Diharapkan dengan menanamkan rasa kepedulian dan gotong-royong dalam jiwa pelajar sejak dini, generasi muda dapat membantu mendukung program pemerintah mewujudkan Indonesia yang lebih sehat. (*)
Pewarta : Pewarta: Feronike Rumere
Editor:
Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
