Logo Header Antaranews Papua

Bulog Timika operasi pasar gula untuk tekan harga

Jumat, 16 September 2016 09:07 WIB
Image Print
Gula pasir (Foto: Antara News)
"Begitu gula tiba di Timika, kami langsung lakukan operasi pasar. Kami utamakan menjual ke permukiman-permukiman warga mulai dari Satuan Pemukiman I hingga Satuan Pemukiman XIII, bahkan sampai di kawasan Pelabuhan Paumako.

Timika (Antara Papua) - Kantor Seksi Logistik (Bulog) Timika, Papua dalam tiga pekan terakhir melakukan operasi pasar gula pasir menyikapi masih tingginya harga komoditas gula pasir di wilayah itu.

Kepala Seksi Logistik Bulog Timika Busman, Jumat di Timika, mengatakan, sebelum operasi pasar dilakukan, harga komoditas gula pasir di Mimika dan sekitarnya berkisar Rp20 ribu-Rp22 ribu per kilogram.

Melihat kondisi itu, Bulog kemudian mendatangkan 48 ton gula pasir dalam negeri dari PT PN X Kediri (Jawa Timur) dan selanjutnya dijual ke warga di Kabupaten Mimika dengan harga Rp12.500 per kilogram.

"Begitu gula tiba di Timika, kami langsung lakukan operasi pasar. Kami utamakan menjual ke permukiman-permukiman warga mulai dari Satuan Pemukiman I (Kampung Kamoro Jaya) hingga Satuan Pemukiman XIII (Kampung Bhintuka), bahkan sampai di kawasan Pelabuhan Paumako," jelas Busman.

Dampak dari adanya operasi pasar ini, para pedagang di Mimika mulai menurunkan harga jual gula pasir. Kini gula pasir curah dijual dengan harga Rp16 ribu per kilogram.

"Silakan saja pedagang jual dengan harga tinggi, kami tetap lakukan operasi pasar gula pasir dengan harga Rp12.500 per kilogram. Operasi pasar gula pasir akan kami lakukan sampai harga gula di Timika benar-benar stabil," kata Busman.

Menurut dia, selama kegiatan operasi pasar tersebut, gula pasir yang sudah terserap warga mencapai lebih dari 20 ton. Warga dapat membeli gula pasir tersebut langsung ke Kantor Bulog Timika atau melalui Koperasi Karyawan Bulog Timika atau melalui para pedagang yang diwajibkan memasang spanduk yang disiapkan Bulog.

Spanduk tersebut bertuliskan RPK (Rumah Pangan Kita) dengan harga jual gula pasir Rp12.500 per kilogram.

"Kalau ada masyarakat Timika yang masih membutuhkan gula, silakan datang ke Bulog. Persediaan masih cukup," imbau Busman.

Pembelian gula pasir operasi pasar tersebut dibatasi kepada warga yaitu hanya boleh membeli maksimal 5 kilogram untuk keperluan rumah tangga.

Namun untuk warung-warung diberi toleransi hingga satu karung (isi 50 kilogram) dengan harga Rp625 ribu. Pedagang boleh membeli lebih dari satu karung tapi wajib memasang spanduk RPK dan tidak boleh menaikan harga.

"Kami tetap lakukan operasi pasar selama harga gula di Timika belum stabil. Bulog melakukan operasi pasar bukan untuk mencari keuntungan, tetapi untuk tujuan stabilisasi harga agar dapat membantu masyarakat," ujar Busman.

Kegiatan operasi pasar gula oleh Bulog Timika juga melibatkan ibu-ibu pengurus Dharma Wanita Kabupaten Mimika.

"Ibu-ibu anggota Dharma Wanita kita kerahkan untuk terjun menjual gula ke SP-SP (Satuan Pemukiman) bahkan sampai ke Pelabuhan Paumako. Kami sediakan mobil kantor untuk membantu mereka," jelas Busman.

Adapun untuk komoditas beras medium di Timika harganya cukup stabil. Di tingkat pedagang, harga beras impor dari Vietnam dijual Rp9 ribu per kilogram.

"Untuk harga jual beras medium di Timika sudah sangat stabil sehingga kami tidak perlu lagi melakukan operasi pasar. Dulu kami lakukan operasi pasar beras karena harga di pasaran berkisar Rp12 ribu hingga Rp14 ribu per kilogram," jelas Busman. (*)



Pewarta :
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026