
Pemprov Papua dorong peningkatan status bandara internasional

Beberapa bandara yang diprioritaskan menjadi bandar udara internasional yakni Bandar Udara Frans Kaisepo Biak, Mopah Merauke, dan Sentani Jayapura.
Jayapura (Antara Papua) - Pemerintah Provinsi Papua melalui Dinas Perhubungan setempat mendorong peningkatan status berbagai bandara internasional di wilayah itu agar tingkat pelayanannya pun semakin baik.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Papua Djuli Mambaya, di Jayapura, Jumat, mengatakan untuk terdapat bandara yang sempat berstatus bandara internasional namun statusnya diturunkan karena tidak lagi beroperasi untuk rute penerbangan asing, namun kini kembali beroperasi agar ditinjau kembali peningkatan statusnya.
"Beberapa bandara yang diprioritaskan menjadi bandar udara internasional yakni Bandar Udara Frans Kaisepo Biak, Mopah Merauke, dan Sentani Jayapura," katanya.
Menurut Djuli, satu dari tiga bandara tersebut sudah sempat berstatus bandar udara internasional yaitu Frans Kaisepo Biak yang sebelumnya pernah melayani rute penerbangan luar negeri.
"Sayangnya akibat krisis ekonomi pada 1998 lalu, rute tersebut akhirnya ditutup sampai dengan saat ini," ujarnya pula.
Dia menuturkan, kini status tiga bandara di Papua tersebut telah berstandar internasional dan telah terdaftar di Kementerian Perhubungan, sehingga pihaknya berharap maskapai penerbangan dapat memanfaatkan status tersebut.
"Dalam keputusan Menteri Perhubungan tiga bandara di Papua statusnya sudah internasional, sehingga kini hanya pihak operator saja yang belum mau mengurus untuk membuka rute ke luar negeri," katanya lagi.
Dia menambahkan, adanya keinginan kuat pemerintah provinsi melalui Gubernur Papua Lukas Enembe untuk membuka kembali rute luar negeri, guna meningkatkan pariwisata maupun perekonomian daerah ini. (*)
Pewarta : Pewarta: Hendrina Dian Kandipi
Editor:
Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
