Logo Header Antaranews Papua

PNG diminta bantu selesaikan honor guru Indonesia

Minggu, 13 November 2016 17:20 WIB
Image Print
Delegasi PNG pada pertemuan BLM di PNG, 7-8 November 2016. (Foto: Antara Papua/Evarukdijati)
Namun karena belum dibayar honornya, mereka tidak lagi mengajar dan balik ke Jayapura.

Jayapura (Antara Papua) - Pemerintah Papua Nugini (PNG) diminta membantu menyelesaikan honor guru asal Indonesia yang mengajar di beberapa sekolah di negara itu.

"Permintaan tersebut terungkap saat pelaksanaan pertemuan antarpejabat perbatasan RI-PNG yang berlangsung di Port Moresby, 7-8 Nopember 2016," kata Ketua sidang delegasi RI dalam BLM Edy Yusuf kepada Antara di Port Moresby.

Ia mengatakan, pihaknya sudah menyampaikan masalah tersebut karena hingga kini keenam guru honor asal Indonesia belum menerima haknya selama sembilan bulan.

Keenam guru asal Jayapura itu mengajar di berbagai sekolah yang ada di Provinsi Sandaun, PNG.

"Namun karena belum dibayar honornya, mereka tidak lagi mengajar dan balik ke Jayapura," kata Edy Yusuf yang juga Dirjen Asia Timur dan Pasifik Kemlu.

Sementara itu, Konsulat RI di Vanimo Elmar Lubis secara terpisah mengatakan, pemerintah PNG menyatakan akan membantu agar keenam guru memperoleh haknya selama mengajar.

"Mereka mengajar sejak Februari lalu, namun akibat tersendatnya honor yang menjadi hak maka mereka dipulangkan sementara," kata Lubis seraya menambahkan bila honornya sudah diterima para guru itu diberi kebebasan apakah akan melanjutkan kontrak atau tidak.

Guru-guru asal Jayapura mengajar tersebar di beberapa sekolah yang letaknya cukup jauh dari ibu kota provinisi. "Bahkan ada yang harus ditempuh dengan menggunakan perahu motor seperti di Aitapi," kata Elmar Lubis. (*)



Pewarta :
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026