Logo Header Antaranews Papua

Legislator Gerindra ingatkan Bupati Merauke koordinasikan kebijakan ekspor beras

Kamis, 22 Desember 2016 13:10 WIB
Image Print
Beras Bulog asal Merauke, Papua. (Foto Antara Foto/Hendrina Dian Kandipi)
Kami tidak melarang Pak Bupati Gebze untuk hal itu. Kalau memang ada kebijakan yang bisa memberikan keuntungan, silahkan. Tapi yang terpenting adalah adanya koordinasi dan komunikasi dengan legislatif, sehingga tidak berjalan sendiri.

Jayapura (Antara Papua) - Legislator partai Gerindra di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Merauke Fransiskus Xaverius Sirfefa mengingatkan Bupati Fredy Gebze agar berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan terkait wacana ekspor beras ke Papua Nugini (PNG).

"Kami tidak melarang Pak Bupati Gebze untuk hal itu. Kalau memang ada kebijakan yang bisa memberikan keuntungan, silahkan. Tapi yang terpenting adalah adanya koordinasi dan komunikasi dengan legislatif, sehingga tidak berjalan sendiri," kata Fransiskus Xaverius Sirfefa saat berada di Kota Jayapura, Papua, Kamis.

Menurut Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Merauke itu, komunikasi dan koordinasi dengan pemangku kepentingan itu sangat penting, mulai dengan DPRD, Badan Perbatasan, Pemerintah Provinsi hingga ke tingkat atas, untuk mendukung agar rencana tersebut.

"Jangan nanti kalau ada masalah, baru buka ruang komunikasi dan koordinasi, itu terlambat namanya. Tetapi, akan lebih elok jika dilakukan sejak wacana disampaikan, sehingga semua pihak mendukung penuh," ujarnya.

Wacana menjual beras asal Merauke ke PNG, kata dia, sudah mulai dilakukan, salah satunya lewat kunjungan kerja Bupati Fredi Gebze ke negara tetangga itu beberapa waktu lalu.

"Namun, kami di DPRD belum tahu sejauh mana pencapaian ataupun pembicaraan yang dihasilkan. Kalau beras jadi dijual ke PNG sudah pasti pendapatan asli daerah (PAD) akan meningkat," katanya.

Fransiscus mengatakan produksi beras asal Merauke sudah menjadi primadona tersendiri, karena bisa memenuhi sejumlah kebutuhan daerah yang ada di Papua, bahkan Presiden Jokowi mendukung dengan membuka atau mencetak sawah baru untuk mendukung swasembada beras.

"Ini, artinya Pemerintah Pusat, Pak Jokowi perhatikan Papua, khususnya Merauke. Maka dari itu, Bupati Gebze sebagai wakil didaerah harus mendukung, dengan melibatkan semua pemangku kepentingan," katanya.

Dukungan dari Bupati Merauke, kata dia, bukan saja dalam bentuk pemasaran hingga ke PNG, tetapi bagaimana semua pemangku kepentingan dilibatkan, sehingga beras asal Merauke makin terkenal dan mendunia.

"Nah, kami juga sebagai wakil rakyat belum maksimal dilibatkan. Sejauh mana pencapaiannya. Apalagi, pak Bupati Gebze merupakan salah satu kader Gerindra," ujar Fransiscus.

Pada awal November, Bupati Fredy Gebze mengatakan akan menseriusi wacana ekspor beras ke PNG lewat rapat hubungan perbatasan atau Border Liaison Meeting (BLM) dengan PNG pada 7-8 November 2016. (*)



Pewarta :
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026