
Bulog Timika perbanyak agen Rumah Pangan Kita

Tahun ini kami akan menambah agen Rumah Pangan Kita terutama di satuan permukiman sampai di kawasan Pelabuhan Paumako sehingga bisa membantu warga membeli bahan pokok dengan harga standar yang ditetapkan oleh pemerintah.
Timika (Antara Papua) - Kantor Seksi Logistik (Bulog) Timika akan memperbanyak agen "Rumah Pangan Kita/RPK" di wilayah Timika dan sekitarnya untuk membantu memasarkan bahan pokok seperti beras, gula pasir dan minyak goreng dengan harga standar yang ditetapkan oleh pemerintah.
Kepala Bulog Timika Winarni, mengatakan kini terdapat 14 agen Rumah Pangan Kita yang tersebar di Kota Timika dan sekitarnya.
"Tahun ini kami akan menambah agen Rumah Pangan Kita terutama di satuan permukiman sampai di kawasan Pelabuhan Paumako sehingga bisa membantu warga membeli bahan pokok dengan harga standar yang ditetapkan oleh pemerintah," jelasnya.
Hingga kini, katanya, bahan pokok yang dijual oleh agen-agen RPK baru sebatas gula pasir dengan harga Rp12.500 per kilogram.
Pihak Bulog Timika telah mengusulkan untuk mendapat pasokan beras dan minyak goreng mengingat harga beras premium maupun minyak goreng curah di Timika dan sekitarnya masih cukup tinggi.
"Kami masih menunggu itu, mudah-mudahan tahun ini bisa terealisasi," harap Winarni.
Ia menambahkan, Bulog Timika belum berencana menggelar kembali kegiatan operasi pasar gula pasir di Kota Timika karena harga gula pasir di wilayah itu kini sudah stabil dari sebelumnya sekitar Rp16 ribu hingga Rp18 ribu per kilogram.
Selain menyalurkan gula pasir ke agen-agen RPK, para staf bersama pengurus Dharma Wanita Bulog Timika juga menjual gula pasir harga standar ke lokasi-lokasi yang cukup jauh dari Kota Timika seperti ke satuan permukiman warga transmigrasi maupun ke kawasan Pelabuhan Paumako dan sekitarnya.
Adapun persediaan beras pada gudang Bulog Timika kini sebanyak 1.700 ton untuk kebutuhan beberapa bulan ke depan.
Kebutuhan beras untuk jatah PNS dan anggota TNI dan Polri di Mimika setiap bulannya sekitar 300-400 ton. Jika ditambah dengan beras program masyarakat sejahtera (rastra/raskin), kebutuhan beras di wilayah Mimika setiap bulannya mencapai 800 ton. (*)
Pewarta : Pewarta: Evarianus Supar
Editor:
Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
