Logo Header Antaranews Papua

Pemerintah mantapkan rencana ekspor beras ke PNG

Sabtu, 18 Februari 2017 18:49 WIB
Image Print
Mentan dan Gubernur Papua di lahan sawah Merauke Mentan Amran Sulaiman, dan Gubernur Papua Lukas Enembe, di lahan sawah petani di Marauke, Provinsi Papua, Senin (13/2). (Foto: Antara Papua/Marius Frisson Yewun)
Peluncuran ekspor beras itu isyarat bahwa kami siap mengekspor dan ini tergantung permintaan dari PNG berdasarkan kesepakatan bersama.

Merauke (Antara Papua) - Pemerintah Kabupaten Merauke, Provinsi Papua, tengah memantapkan rencana ekspor beras ke negara tetangga Papua Nugini (PNG), terutama yang berkaitan dengan kuota dan harga.

Wakil Bupati Merauke Sularso, di Merauke, Sabtu, mengatakan setelah Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman meluncurkan ekspor beras ke PNG secara simbolis, kini pemerintah kabupaten mempersiapkan kerja sama secara formal sebagai langkah tindak lanjut.

"Peluncuran ekspor beras itu isyarat bahwa kami siap mengekspor dan ini tergantung permintaan dari PNG berdasarkan kesepakatan bersama," ujarnya.

Selain kuota beras yang diinginkan PNG, lanjut Sularso, juga mengenai harga yang harus segera dibahas kedua belah pihak.

Menyangkut kualitas beras yang nantinya diekspor ke PNG tentunya beras bermutu yang dihasilkan oleh petani lokal Merauke, atau yang lebih dikenal dengan sebutan beras premium.

"Kami akan upayakan agar segera terjadi kesepakatan baik mengenai harganya maupun jumlah yang mereka minta," katanya.

Sebelumnya, Mentan Amran minta Pemerintah Kabupaten Merauke tidak sekadar meluncurkan program ekspor ke PNG, tetapi juga keberlanjutannya hingga masa mendatang.

"Pak Bupati, hari ini memulai ekspor tetapi jangan hari ini juga mengakhiri, harus lanjut. Jangan pakai pupuk biar saudara kita di PNG panjang umur," katanya.

Sementara Bupati Merauke Frederikus Gebze mengatakan warga PNG sering membeli beras di perbatasan RI-PNG di Distrik Sota, namun dalam jumlah terbatas dan ke depan pemda akan mengekspor beras dalam jumlah besar ke sana.

"Sejarah mencatat kurang lebih 72 tahun baru kita bisa mengekspor beras ke PNG," katanya. (*)



Pewarta :
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026