Logo Header Antaranews Papua

LMA ajak warga jaga kebersihan Teluk Youtefa

Senin, 13 Maret 2017 23:54 WIB
Image Print
Pertemuan para aktivis dan pemerhati lingkungan Teluk Youtefa di kediaman Ketua LMA Port Numbay George Awi. Pada momentum itu warga Kota Jayapura diajak peduli kebersihan lingkungan terutama menjaga Teluk Youtefa dari sampah plastik. (Foto: Antara Papua/Alfian Rumagit)
Teluk Youtefa merupakan tempat mencari ikan bagi warga, terutama warga dari Kampung Tobati, Enggros dan Nafri. Kebersihan teluk kini sangat memprihatinkan, maka itu harus dijaga secara bersama-sama guna pelestarian lingkungan dan jauhi dari ancaman..

Jayapura (Antara Papua) - Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Port Numbay mengajak warga yang ada di Kota Jayapura untuk menjaga kebersihan lingkungan di sekitar Teluk Youtefa yang didiami oleh warga Kampung Tobati, Enggros dan Nafri.

"Teluk Youtefa merupakan tempat mencari ikan bagi warga, terutama warga dari Kampung Tobati, Enggros dan Nafri. Kebersihan teluk kini sangat memprihatinkan, maka itu harus dijaga secara bersama-sama guna pelestarian lingkungan dan jauhi dari ancaman endapan material sampah," kata Ketua LMA Port Numbay George Awi di Kota Jayapura, Papua, Senin.

Pernyataan ini disampaikan George Awi dalam pertemuan dengan Ketua Forum Peduli Port Numbay Green (FPPNG) Fredy Wanda, konsultan pariwisata Papua Jackelin Patodi Galatang, Kadistrik Abepura Bobby Awi dan sejumlah dosen ISBI Tanah Papua.

Pertemuan itu guna menanggapi isu kebersihan lingkungan di Teluk Youtefa yang butuh perhatian semua pihak, karena pencemaran laut oleh limbah industri rumah tangga dan sampah plastik.

Menurut Awi, banyak sekali orang yang hanya berujar bangga dengan keberadaan Teluk Youtefa namun tak mau ikut menjaga, padahal tiga kampung yang berada di sekitarnya terus menerus menjadi sasaran perilaku buruk masyarakat yang tak menghargai lingkungan.

"Saya ingin tegaskan bahwa mereka pemilik negeri dan tidak harus dikorbankan. Saya akan berdiri paling depan untuk penyelamatan teluk. Saya juga meminta kelompok yang peduli tidak mundur untuk terus berjuang menyelamatkan teluk yang terus menerus rusak akibat perilaku masyarakat di kota," katanya.

Lebih lanjut, George mengatakan dalam waktu dekat ini di lokasi Dermaga Abesauw, bibir pantai Teluk Youtefa akan digelar iven lingkungan yang mengangkat isu kearifan lokal yang mulai hilang, rusaknya hutan mangrove, sendimentasi hingga sampah dan limbah yang semuanya bermuara di Teluk Youtefa.

"Itu yang saya katakan jangan hanya bangga tapi harap peduli. Mari bersama-sama, segenap lapisan warga kita menjaga kebersihan lingkungan dalam Teluk Youtefa," katanya.

Sementara itu, Ketua FPPNG Fredy Wanda menyampaikan bahwa pihaknya tengah menggarap iven Green Yuotefa Performing Art (GYPA) pada bulan ini.

Ia berharap kegiatan yang melibatkan banyak pemmuda itu bisa ikut menjadi perhatian bagi pemerintah.

"Kegiatan ini murni soal lingkungan yang kami garap dalam bentuk seni. Kami ingin mengingatkan bahwa ada peduli yang belum kembali dan semua karena ulah kita," katanya.

Teluk Youtefa, kata dia, menjadi kebanggaan masyarakat kota namun selama ini masih minim kepedulian.

"Saya waktu masih remaja sering mandi di kawasan teluk dan saat itu kami masih menemukan kuda laut dan akar bahar. Kini hal itu tidak ditemukan lagi, hanya sampah plastik bahkan kangkung juga bisa tumbuh di pinggiran, artinya tingkat keasaman air sudah tidak seperti dulu dan ini banyak perubahan," katanya. (*)



Pewarta :
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026