Selasa, 17 Oktober 2017

IAI Mimika berkomitmen tingkatkan pelayanan kesehatan

id IAI Mimika berkomitmen tingkatkan pelayanan kesehatan, Papua
IAI Mimika berkomitmen tingkatkan pelayanan kesehatan
Perayaan ulang tahun Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) PC Mimika di Timika, Papua, Sabtu (18/3). (Foto: Antara Papua/Jeremias Rahadat)
Kami dari apoteker pada usia yang ke-10 tahun ini, akan mendukung pemerintah daerah dalam bidang kesehatan dalam hal ini akan bersinergis dengan Dinas Kesehatan Mimika.
Timika (Antara Papua) - Pengurus Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Cabang Mimika, Provinsi Papua, berkomitmen untuk meningkatkan pelayanan kesehatan dan akan semakin bersinergi dengan Dinas Kesehatan setempat.

"Kami dari apoteker pada usia yang ke-10 tahun ini, akan mendukung pemerintah daerah dalam bidang kesehatan dalam hal ini akan bersinergis dengan Dinas Kesehatan Mimika," kata Ketua IAI Cabang Mimika Susanti Yuni Wulansari, pada perayaan ulang tahun ke-10 IAI Mimika yang digelar di Timika, Sabtu.

Susanti mengatakan komitmen tersebut menjadi usaha bersama apoteker di wilayah itu yang ditunjukan dengan tema yang diusung dalam perayaan ukang tahun ke-10 yaitu `Muda, kreatif, dan profesional untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Mimika`.

Menurut Ketua IAI PC Mimika periode 2016-2018 itu, kehadiran apoteker di Mimika selama ini bukan saja berada di belakang pelayanan kesehatan dengan menyiapkan obat saja tetapi juga turun langsung berhadapan yang masyarakat di lapangan dalam program-program yang telah dilaksanakan.

Susanti juga mengharapkan agar ke depan program kerja Dinkes Mimika dapat mengintegrasikan program kerja IAI Mimika sehingga dalam pelayanan kesehatan dapat bersinergis bersama.

Asisten III Setkab Mimika, Lopianus Foakubun pada kesempatan yang sama mengapresiasi kinerja para tenaga apoteker di Mimika yang telah ditunjukan dalam pelayanan di Mimika termasuk di daerah pedalaman, gunung dan pantai.

Ia juga mengharapkan agar apoteker di Mimika semakin setia dalam pelayanan kesehatan kepada masyarakat di wilayah pesisir pantai dan pegunungan.

"Banyak pegawai, atau honor akhirnya sering ke Timika karena tidak betah di sana. Saya harap para apoteker tidak malah sebaliknya mencintai profesinya dengan memberikan pelayanan terbaik," ujarnya. (*)

Editor: Anwar Maga

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga