Rabu, 18 Oktober 2017

Kolonel Inf I Nyoman Cantiasa jabat Danrem 173/PVB

id Kolonel Inf I Nyoman Cantiasa jabat Danrem 173/PVB, Papua Barat, Kodam Cenderawasih
Kolonel Inf I Nyoman Cantiasa jabat Danrem 173/PVB
Sertijab Danrem 173/Praja Vira Braja (PVB) dari Brigjen TNI Tri Soewandono (sedang tanda tangan naskah) kepada Kolonel Inf I Nyoman Cantiasa (kanan berdiri), disaksikan Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Hinsa Siburian (kiri). (Foto: Istimewa/Pendam XVII/Cenderawasih)
Jayapura (Antara Papua) - Kolonel Inf I Nyoman Cantiasa resmi menjabat Komandan Korem (Danrem) 173/Praja Vira Braja (PVB) menggantikan Brigjen TNI Tri Soewandono, mulai Sabtu (18/3).

I Nyoman Cantiasa sebelumnya menjabat Danrem 163/Wirasatya, dan merupakan salah satu lulusan terbaik Akademi Militer (Akmil) Tahun 1990, dan pernah menjabat Dandenma Kopassus, dan Danmentar Akmil.

Sementara Korem 173/PVB yang berbasis di Kabupaten Biak Numfor, Provinsi Papua itu, semula berada dalam wilayah teritorial Kodam XVII/Cenderawasih yang bermarkas di Bukit Polimak, Kota Jayapura.

Kini Korem 173/PVB berada di jajaran Kodam XVIII/Kasuari yang bermarkas di Kampung Arfai, Distrik Manokwari Selatan, Kota Manokwari, Provinsi Papua Barat.

Korem 173/PVB selain membawahi wilayah Kabupaten Biak Numfor, dan sejumlah kabupaten di sekitarnya, juga mencakup wilayah teritorial Manokwari, Teluk Wondama, dan Bintuni.

Pangdam XVII Cenderawasih Mayjen TNI Hinsa Siburian mengatakan, situasi Papua hingga kini aman dan terkendali dan itu dapat terlihat dari aktivitas masyarakat yang berlangsung normal.

"Secara umum kondisi keamanan berjalan aman dan terkendali, sehingga masyarakat dapat melaksanakan aktivitas secara baik termasuk pemerintahan berjalan sesuai fungsi pascapilkada yang berlangsung di 11 kabupaten dan kota," kata Mayjen TNI Siburian seusai sertijab Dandrem 173 Biak itu.

Ia mengatakan  permasalahan yang terjadi saat pilkada sudah dilakukan sesuai peraturan yang berlaku yaitu disalurkan melalui mekanisme demokrasi yaitu melalui jalur hukum.

"Masyarakat sudah tidak gampang untuk dibenturkan dan kondisi seperti ini hendaknya terus dipertahankan karena pilkada hanya merupakan sarana dan tujuan," ujarnya.

Tujuan dari dilaksanakannya pilkada adalah memilih pemimpin yang dapat membawa kesejahteraan bagi masyarakatnya, tambah Mayjen Siburian.

Ketika minta tanggapannya atas pernyataan Gubernur Papua Lukas Enembe yang menyebutkan aparat keamanan terlibat dalam mencipta situasi tidak aman saat pilkada, Pangdam Cenderawasih menegaskan apa yang dilakukan sudah sesuai prosedur sehingga pilkada dapat berlangsung aman.

"TNI membantu kepolisian dalam mengamankan wilayah Papua termasuk pasca pilkada dan jangan mau menjadi korban apalagi kesadaran masyarakat makin tinggi," ujarnya. (*)

Editor: Anwar Maga

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga