Selasa, 17 Oktober 2017

Narapidana Lapas Merauke garap lahan sawah

id Narapidana Lapas Merauke garap lahan sawah, Papua
Narapidana Lapas Merauke garap lahan sawah
Ilustrasi lahan sawah (Foto: Antara News)
Narapidana itu kami latih untuk menanam padi. Kami punya lahan pada dua lokasi yaitu di Bokem dan Sarebo. Luasnya masing-masing hampir dua hektare, jadi jumlah keseluruhan empat hektare.
Merauke (Antara Papua) - Puluhan narapidana penghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua menggarap empat hektare lahan sawah pada dua titik berbeda.

Kepala Lapas Kelas II B Merauke Suroto, di Merauke, Selasa, mengatakan sebagian besar dari empat hektare lahan sawah itu sudah ditanami dan masih ada dua persen lagi yang segera diselesaikan.

"Narapidana itu kami latih untuk menanam padi. Kami punya lahan pada dua lokasi yaitu di Bokem dan Sarebo. Luasnya masing-masing hampir dua hektare, jadi jumlah keseluruhan empat hektare," katanya pula.

Pihak lapas, menurut dia lagi, berencana menambah luasan lahan tanam namun perlu dikoordinasikan dengan Pemerintah Kabupaten Merauke untuk kesiapan lokasi lahan.

"Kami kerja sama dengan Dinas Pertanian dan kami harapkan pemda ikut membantu mendorong kegiatan positif ini, sehingga ketika warga binaan bebas dari lapas dan sudah punya lahan yang mereka bisa kelola sendiri," katanya lagi.

Ia mejelaskan, pelatihan itu merupakan bagian dari pembinaan dan diharapkan melalui kegiatan pertanian warga binaan memperoleh pengetahuan tambahan.

"Daripada mereka dikurung-kurung terus, pikirannya negatif mungkin hanya menghayal saja, kami upayakan mereka berpikir positif dengan pelatihan pertanian," katanya pula.

Selain pelatihan di bidang pertanian, lanjut dia, warga binaan itu diberikan bekal pengetahuan tambahan lain dengan mengkuti kegiatan positif, seperti terlibat kegiatan karnaval dalam rangka HUT Kabupaten Merauke.

"Kami upayakan agar jangan sampai mereka masuk lapas `zero` keluar juga `zero`, minimal mereka punya pengetahuan tambahan selama berada di lapas," kata dia. (*)

Editor: Anwar Maga

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga