Rabu, 18 Oktober 2017

Irjen Waterpauw berbagi pengalaman dengan OMK Jayawijaya

id Irjen Waterpauw berbagi pengalaman dengan OMK Jayawijaya, Papua
Irjen Waterpauw berbagi pengalaman dengan OMK Jayawijaya
Irjen Pol Paulus Waterpauw disambut panitia Orang Muda Khatolik (OMK) Paroki Kristus Penebus Hepuba, Distrik Assolokobal, Kabupaten Jayawijaya, Papua, Sabtu (17/6. Mantan Kapolda Papua dan Papua Barat itu menjadi salah satu pemateri dalam pembinaan OMK Hepuba yang digelar selama beberapa hari. (Foto: Antara Papua/Alfian Rumagit)
Bapaklah (saya) menjadi contoh, ketika kita berusaha dengan niat baik, tentu kalau kekurangan masih banyak, juga keterbatasan, tetapi ketika kita berupaya dengan hal yang baik itu merupakan tanda menuju kesuksesan
Wamena (Antara Papua) -Irjen Pol Paulus Waterpauw berbagi pengalaman masa kecil hingga menjadi orang sukses di jajaran kepolisian, dengan orang muda Khatolik (OMK) Paroki Kristus Penebus Hepuba, Distrik Asolokabl, Kabupaten Jayawijaya, Papua.

"Bapaklah (saya) menjadi contoh, ketika kita berusaha dengan niat baik, tentu kalau kekurangan masih banyak, juga keterbatasan, tetapi ketika kita berupaya dengan hal yang baik itu merupakan tanda menuju kesuksesan," kata Waterpauw di hadapan ratusan peserta OMK, di Hepuba, Jayawijaya, Minggu.

Ia mengatakan bahwa sikap dan upaya yang baik maka hasil yang diinginkan akan berbanding lurus dengan cita-cita yang diharapkan.

"Termasuk saat saya dipercayakan menjadi Waka Polda Papua, Kapolda Papua Barat di Manokwari, Kapolda Papua di Jayapura, termasuk promosi jabatan sebagai Kapolda Sumater Utara," katanya.

Semasa kecil, setelah kelas 4 SD pindah ke Jawa Timur ikut keluarga, Paulus mengatakan banyak hal yang dia pelajari, salah satunya bersikap jujur, tidak berbohong.

"Pada masa kecil, saya tidak pernah mau berbohong, ini dicatat, pantang untuk berbohong, jujur, tulus dan ternyata hal itu dirasakan hingga kini. Kalau orang jujur, tulus hatinya, itu Tuhan buka jalan dan pakai," katanya.

"Dulu ketika usai bermain, terlambat pulang ke rumah, untuk menjawab pertanyaan om dan tante, kadang-kadang sudah menyiapkan sejumlah alasan pembenaran untuk membela diri, kadang-kadang begitu, tetapi ketika bertemu dengan orang tua, saat itu yang ada hanya pengakuan yang jujur," lanjutnya.

Bersikap jujur, kata Paulus adalah energi positif yang pertama dalam menghadapi situasi apa saja.

"Karena dengan jujur, masalah apa saja, kita siap menghadapi gelombang setinggi apapun atau badai, karena ada rasa ketenangan dan kekuatan yang tersimpan dalam hati kita masing-masing," katanya.

"Jadi, ingat adik-adik, jangan terbiasa membohongi orang tua, apalagi dalam menghadapi masalah.Ingat, orang tua itu adalah wakil Tuhan, dengan hormati orang tua, umurmu akan panjang dan meraih sukses," sambungnya.

Dalam kesempatan itu, jenderal bintang dua asal Komoro kelahiran Fakfak yang kini mendapat promosi menjadi Kapolda Sumatera Utara juga menjawab sejumlah pertanyaan dari wakil OMK, diantaranya terkait persoalan pendidikan, kesehatan dan politik kekinian di Papua.

"Saya berpesan agar hidup yang baik, jujur, takut akan Tuhan dan orang tua, hormati guru dan pendeta atau pastor, belajar yang baik dan hadapi serta bijak dalam menerima informasi, tidak terpengaruh, dan fokus, hal-hal itu adalah kunci meraih kesuksesan hidup," katanya. (*)

Editor: Anwar Maga

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga