Rabu, 18 Oktober 2017

Kasad berkunjung ke Timika Papua

id Kasad berkunjung ke Timika Papua, Kodam
Kasad berkunjung ke Timika Papua
Kasad Jenderal TNI Mulyono menyempatkan diri berkunjung ke Timika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua, pada 6-7 September 2017, guna melihat kondisi prajurit di Markas Yonif 754/ENK. (Foto: Istimewa/Pendam XVII/Cenderawasih)
Prajurit harus giat berlatih sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Selain itu, prajurit juga harus mahir menembak sedangkan kekurangan fasilitas akan dipenuhi oleh Angkatan Darat
Timika (Antara Papua) - Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Mulyono menyempatkan diri berkunjung ke Timika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua, pada 6-7 September 2017, guna melihat kondisi prajurit di Markas Yonif 754/ENK.
 
Dalam kunjungannya itu, Kasad didampingi Ketua Umum Persit KCK beserta Asisten Perencanaan (Asrena) Kasad Mayjen TNI Dominicus Agus Riyanto, Asisten Operasi (Asops) Kasad Mayjen TNI Sudirman.

Mereka disambut oleh Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI George E. Supit bersama Kapolda Papua Irjen Polisi Boy Rafli Amar, serta tarian adat suku Kamoro saat rombongan mendarat di Bandara Mozes Kilangin Timika.



Saat meninjau Markas Yonif 754/ENK, Kasad memberi arahan kepada Prajurit se-Garnizun Timika yang dilaksanakan di lapangan sepakbola Yonif 754/ENK.

Sedangkan Ketua Umum Persit KCK memberikan pengarahan kepada ibu-ibu Persit di Aula sekaligus meninjau posyandu.

Dalam arahannya, Kasad Mulyono menyampaikan bahwa kunjungannya itu untuk melihat langsung kondisi prajurit TNI AD di Timika Papua.

"Prajurit harus giat berlatih sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," ujarnya.

Mulyono juga menekankan bahwa pimpinan perlu memberikan pendidikan yang baik pada anggotanya dan jangan sampai terjadi intimidasi antara senior dan junior.

Tak lupa ia mengapresiasi para Babinsa yang bekerja dengan tulus ikhlas, sehingga TNI mendapat kepercayaan dari rakyat hingga 90 persen.



Namun, ia juga menekankan pentingnya ilmu beladiri bagi prajurit TNI baik untuk melindungi diri maupun orang lain.

"Selain itu, prajurit juga harus mahir menembak sedangkan kekurangan fasilitas akan dipenuhi oleh Angkatan Darat," ujarnya.

Di penghujung arahannya, Kasad menegaskan bahwa tidak akan menolerir anggota TNI yang terlibat narkoba karena TNI tidak mengenal rehabilitasi, maka anggota yang terlibat akan langsung dipecat. (*/adv)

Editor: Anwar Maga

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga