
Gubernur Papua lepas tim kesehatan "Save Korowai"

Suku Korowai masih terbelakang bahkan baru masuk dalam peta nasional sehingga dengan dibangunnya bandara belum lama ini maka diharapkan tingkat kesehatan pada wilayah tersebut dapat meningkat lebih baik
Jayapura (Antara Papua) - Gubernur Papua Lukas Enembe melepas tim "Save Korowai" yang akan mendata status kesehatan, melakukan pengobatan juga memberikan makanan tambahan bagi ibu dan balita serta masyarakat setempat, di Distrik Yani Ruma, Kabupaten Boven Digoel, Senin.
Gubernur Papua Lukas Enembe dalam siaran persnya yang diterima Antara di Jayapura, Senin, mengatakan tim tersebut diharapkan dapat memberikan informasi dan data yang jelas mengenai kondisi kesehatan masyarakat Korowai.
"Suku Korowai masih terbelakang bahkan baru masuk dalam peta nasional sehingga dengan dibangunnya bandara belum lama ini maka diharapkan tingkat kesehatan pada wilayah tersebut dapat meningkat lebih baik," katanya.
Oleh karena itu, diharapkan pula Dinas Kesehatan dapat lebih komprehensif menangani masyarakat Korowai, pasalnya suku ini merupakan salah satu suku terasing di Papua.
"Kami berharap jenis-jenis penyakit yang diderita oleh masyarakat Korowai bisa ditangani baik oleh Dinas Kesehatan," ujarnya.
Senada dengan Lukas Enembe, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Aloysius Giyai, mengatakan tim "Save Korowai" ini bersifat mem"backup" pelayanan kesehatan bagi masyarakat setempat pada enam kampung.
"Sebenarnya tanggung jawab pelayanan kesehatan Suku Korowai berada pada beberapa Dinas Kesehatan, pasalnya masyarakatnya tersebar di Kabupaten Boven Digoel, Asmat, Yahukimo, Mappi dan Pegunungan Bintang," katanya.
Aloysius menambahkan tim "Save Korowai" ini terdiri dari dua dokter yakni dr Aron Rumainun dan dr Gunawan Ingkokusumo serta enam petugas paramedis, di mana program ini diharapkan mampu meletakkan pondasi hingga 2018-2020 untuk menyelesaikan masalah kesehatan di Korowai. (*)
Pewarta : Pewarta: Hendrina Dian Kandipi
Editor:
Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
